Reading Time: 2 minutes An ongoing wave of protests has swept Thailand in recent months. Hundreds of thousands of people, mainly students, have taken to the streets to teach Prime Minister Prayut Chan-0-Cha what democracy is. The former general has regularly imposed anti-democratic measures on the dissident people of Thailand.  Protesters are fed-up with how the country has been run. Corruption and shrinking democratic space, among others, are chronic diseases caused by the incompetence of the military government. The movement has been calling for three significant changes to Thailand’s power structure: the dissolution of parliament, the rewriting of the military-drafted constitution, and an end to the intimidation of dissidents.Read More →

Reading Time: 2 minutes Beberapa bulan terakhir ini, gelombang demonstrasi telah menyapu Thailand. Ratusan ribu demonstran, kebanyakan mahasiswa, turun ke jalan untuk mengajarkan apa itu demokrasi terhadap Perdana Menteri Prayut Chan-O-Cha. Mantan Jenderal yang kini mejabat itu menerapkan kebijakan-kebijakan anti-demokrasi terhadap rakyat Thailand. Para demonstran telah jengah melihat bagaimana negara dikelola di bawah Prayut Chan-O-Cha. Pemerintahan yang dikuasai oleh kekuatan militer itu dianggap tidak kompeten lantaran mempraktekan korupsi dan membatasi ruang-ruang demokrasi. Kelompok gerakan di Thailand menuntut tiga hal untuk mengubah struktur kekuasaan di Thailand: 1) pembubaran parlemen, 2) amandemen Konstitusi yang didikte oleh kelompok militer, dan 3) penghentian intimidasi terhadap kelompok pro-demokrasi. Gelombang protes hari ini merupakan kelanjutanRead More →

Reading Time: 5 minutes Oleh, Muhammad Ifan Fadillah Kader HMI Cabang Makassar Timur dan Komunal Nokturnal. Saat ini sibuk sebagai pekerja barang dagangan. Dalam beberapa bulan belakangan ini, rakyat Indonesia juga termasuk kelas pekerja ramai-ramai menolak disahkannya RUU Omnibus Law Cipta Kerja yang berisi 1.200 pasal. Dengan jumlah sebanyak itu tidak mengherankan jika jumlah halamannya mencapai 1.028 lembar. Sementara itu jika dilihat dari substansi tujuan perumusannya, dilansir dari Katadata- Awalnya RUU Ciptaker ini punya isu utama persoalan perizinan, agar ditiadakannya lagi beberapa peraturan yang tumpang tindih. Selain dari persoalan tumpang tindihnya peraturan, RUU Ciptaker juga diharapkan bisa membuat kondisi iklim investasi lebih kondusif untuk menaikkan produktivitas dan membuat terbukanyaRead More →

Reading Time: 6 minutes Oleh, Mohamad Zaki Hussein Anggota Partai Rakyat Pekerja Wabah bukanlah suatu fenomena yang murni biologis. Kemunculan dan perkembangannya banyak dipengaruhi oleh aktivitas sosial manusia, khususnya aktivitas ekonomi dan politik. Ini terlihat jelas jika kita menilik wabah-wabah yang pernah terjadi dalam sejarah manusia. Misalnya adalah wabah Kematian Hitam (Black Death) yang terjadi pada pertengahan abad ke-14.[1] Wabah ini merupakan wabah pes atau sampar yang disebabkan oleh bakteri Yersinia pestis. Bakteri ini berasal dari hewan pengerat, khususnya tikus, dan kutunya. Ketika seekor hewan pengerat yang terinfeksi mati, dan kutunya pindah ke manusia, maka manusia bisa terinfeksi. Setelah menginfeksi manusia, penularan bisa terjadi melalui kutu yang berpindah dariRead More →