Minggu, 31 Desember 2017 adalah hari terakhir yang dilewati di penghujung 2017. Aku ibu rumah tangga yang aktif di organisasi buruh. Aku adalah satu dari 1300 buruh pembuat sepatu merek Adidas di PT Panarub Dwikarya Tangerang Banten, yang dipecat ilegal pada 2012. Sejak pemecatan kejam itulah aku mulai terlibat dalam kegiatan organisasi; terlibat rapat, diskusi, demonstrasi dan sebagainya. Di hari Minggu ini aku bangun pagi, seperti biasa. Lalu melakukan aktivitas; menyiapkan makan dan bersih-bersih di rumah. Setelah itu ada jadwal yang sudah diagendakan sebelumnya; pertemuan dengan salah satu pimpinan yang sudah tidak aktif lagi di organisasi. Namun sebelumnya harus briefing dulu dengan kawan-kawan lain diRead More →

Potret Keluarga Petani-Pekerja Migran Suatu pagi di bulan Maret (2015) Bainem pergi ke kontrak[1] untuk mengambil pisang yang ia tanam di atas lahan seluas 500 m2 , letaknya berada di kawasan hutan pinus di Desa Kumejing Kecamatan Wadaslintang Kabupaten Wonosobo. Pagi itu Bainem menebang satu pohon pisang raja emas yang sudah masak. Ada sekitar 40 buah pisang dalam satu tandan. Menurut Bainem harga pisang satu tandan itu jika dijual langsung ke bakul hanya dihargai Rp 10 ribu. Jika diolah terlebih dahulu menjadi pisang goreng akan dihargai Rp 1000 untuk satu potongnya. Jika harga satu potong pisang goreng Rp 1000 maka dalam satu tandan Bainem bisaRead More →

Kamis, 20 oktober 2017 tepat hari kedelapan aksi longmarch Awak Mobil Tangki (AMT) PT Pertamina Patra Niaga. Longmarch Bandung ke Jakarta dari Jumat, 13 hingga 20 November 2017. Aksi jalan kaki sejauh 160 Kilometer Bandung –Jakarta ini merupakan salah satu aksi AMT dalam memprotes kebijakan perusahaan. Para buruh menuntut Pertamina Patra Niaga (PPN) berlaku adil dan mematuhi peraturan perundangan. Longmarch tersebut dimulai pada. Selama longmarch para buruh ini berpenampilan layaknya zombie. Berikut adalah kutipan wawancara yang dilakukan Majalah Sedane bersama Asep Idris, disela-sela perjalanan mereka menuju Istana Negara, pada Jumat (20/10/17).  Asep Idris adalah salah satu peserta aksi longmarch Zombie AMT dan awak mobil tangkiRead More →

Hampir dua dekade runtuhnya rezim otoritarian Soeharto nampak belum membawa kesejahteraan bagi rakyat, khususnya kelas buruh. Lepas dari kontrol represif kapitalis-birokrat, kroni Soeharto masuk dalam bulan-bulanan alam berbahaya neoliberalisme. Di bawah neoliberalisme, negara menyediakan instrumen dalam bentuk kebijakan serta alat-alatnya untuk menjamin akumulasi kapital berjalan mulus. Sektor yang paling menjadi sorotan yaitu penyediaan iklim pasar tenaga kerja fleksibel. Pasar kerja fleksibel mensyarakan interaksi bebas antar pengguna tenaga kerja dengan tenaga kerja, dianggap mampu menciptakan iklim produksi yang efisien. Pengguna tenaga kerja bebas mencari tenaga kerja sesuai dengan kebutuhan rasional pengguna, sedangkan pekerja bebas menentukan pilihan pengguna tenaga kerja sesuai dengan pilihan rasional pekerja (Purdy, 1988).Read More →

Khamid Istakhori Panggung di Convention Hall Kampus Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Jogjakarta itu tampak terlalu luas, jika hanya diisi oleh tiga lelaki berperawakan kecil. Di atas pangggung seluas 8 x 6 meter itu, suara-suara mereka menggemakan seisi gedung. Mereka adalah Nyonyor yang sepanjang hidupnya Numpang Tenar. Sampai tulisan ini dibuat, ia tak bersedia menyebut nama aslinya. Hanya mau disebut Nyonyor Numpang Tenar, sebagaimana ditulis di profil facebook-nya. Nyonyor berambut gimbal, seperti pemusik legendaris Bob Marley. Ia memang penyuka musik Reggae. Ada pula Ridlo Sorak, bukan pula nama sesuai kartu tanda penduduk. Orang ini pandai bermain musik balada. Ia hampir menghabiskan hari-harinya di metro miniRead More →