Pada 30 Mei hingga 10 Juni 2016, Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) melaksanakan Konferensi Perburuhan Internasional (ILC) ke-105. ILC dihadiri oleh perwakilan serikat buruh, organisasi pengusaha dan perwakilan pemerintah. ILC merupakan mekanisme tertinggi di ILO untuk memberikan arahan program kepada Governing Body ILO. Berdasarkan rekomendasi ILC tersebut Governing Body merumuskan program kerja untuk dilaksanakan oleh Direktur Jenderal ILO yang dibantu oleh kantor-kantor ILO di setiap negara anggotanya. Pada 11 Juni 2016, Majalah Sedane berkesempatan berbincang-bincang dengan salah satu perwakilan serikat buruh Indonesia yang hadir di ILC ILO,  Maria Emeninta. Maria delegasi yang berasal dari Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI).   Apa tema ILC sekarang danRead More →

Majalah Sedane berbincang-bincang dengan salah satu organisator pekerja rumahan, Cecilia Susiloretno dari MWPRI (Mitra Wanita Pekerja Rumahan Indonesia). MWPRI atau disebut pula Homenet Indonesia, merupakan jaringan kerja tingkat nasional yang berlokasi di Jawa Timur. Dalam Konferensi Perburuhan Internasional ke-105, yang berlangsung dari 28 Mei hingga 10 Juni 2016 di Jenewa, bersama SEWA (Self Employment Women Assosiation) India dan WIEGO (Women Informasi Economy: Globalizing and Organizing), MWPRI mengkampanyekan mengenai pentingnya ILO negara mengakui keberadaan pekerja rumahan, agar pekerja rumahan mendapatkan hak-haknya sebagai pekerja. Apa yang dimaksud pekerja rumahan? Sebenarnya, di Indonesia belum ada kesepakatan baik dari kalangan pengusaha maupun pemerintah mengenai definisi pekerja rumahan. Kami merujukRead More →

James Petras     Swakelola buruh (worker self-management disingkat WSM) muncul kembali sebagai sebuah gerakan utama di Argentina, khususnya pada tahun ini dengan lebih dari 200 pabrik diorganisir dan dikontrol oleh buruh-buruhnya, dan adanya koordinasi bersama tingkat nasional dari perusahaan-perusahaan yang dikelola sendiri dan sedang berada dalam proses pengorganisiran. Dalam sejarah, WSM telah menjadi inti proyek sosialis, sejak pernyataan terkenal Karl Marx bahwa “pembebasan kaum buruh hanya bisa dicapai oleh kaum buruh itu sendiri.” Ini berarti WSM sebagai jalan menuju sosialisme bertentangan dengan sentralisme birokratik bekas Uni Soviet dan sistem manajemen kapitalis yang hierarkis. Esai ini akan meninjau secara singkat potensi WSM yang sangat besarRead More →

Pada 16-17 April 2016 KPBI (Konfederasi Perjuangan Buruh Indonesia) menggelar Konferensi Nasional di Padepokan Pencaksilat Taman Mini Indonesia Indah yang merupakan persiapan Kongres I Nasional KPBI. Acara dibuka dengan seminar yang menghadirkan tiga pembicara yaitu: Dewi Kartika, Wakil Sekretaris Jendral Konsorsium Pembaruan Agraria, Rachmi Hertanti Direktur Eksekutif IGJ dan Fahmi Panimbang dari ATNC (Asia Transnational Corportations Monitoring Network). Setelah itu dilanjutkan dengan diskusi yang menyusun road map atau peta jalan menuju Kongres I KPBI. Di kesempatan tersebut tim Majalah Sedane, Azhar Irfansyah, Dina Septi dan Alfian Pelu, berbincang-bincang dengan dua pimpinan KPBI, Ilhamsyah atau Boing dan Michael ‘Oncom’.   Kenapa memilih untuk membangun konfederasi baru?Read More →

Abu Mufakhir dan Alfian Al’ayubby Pelu   Kami bukan dipukul, bung, tapi dipukulin.” Manulang (salah satu korban kekerasan Pasukan Turn Back Crime)   PADA 30 Oktober 2015, lebih dari 10.000 buruh dari berbagai serikat yang tergabung dalam aliansi Komite Aksi Upah Gerakan Buruh Indonesia (KAU-GBI), melakukan demonstrasi di depan Istana Negara. Mereka menuntut pencabutan Peraturan Pemerintah (PP) Pengupahan No. 78 Tahun 2015, karena PP tersebut membatasi kenaikan upah minimum dan melemahkan partisipasi serikat buruh dalam penentuan upah minimum. Aksi di depan istana ini merupakan bagian dari rentetan aksi sebelumnya di berbagai daerah dan kawasan industri. Para buruh menuntut agar aspirasi mereka dalam penentuan upah tidak dikekang. ProtesRead More →