“Pernyataan Pers ini dilakukan pada tanggal 10 Desember 2015” Walaupun sejenak saya mungkin tidak dapat bersama-sama kalian, saya akan terus berjuang, sampai kita dapat menghentikan kebijakan perburuhan yang merugikan kaum buruh. *** Pertama, izinkan saya untuk mengucapkan terimakasih kepada Ordo Joggye, bhiksu Joggye, dan seluruh pengikutnya yang telah mengalami ketidaknyamanan dan kesulitan yang besar selama 25 hari terakhir, ketika 20 juta nasib buruh Korea Selatan beristirahat dalam pelukan rahmat Buddha. Saya secara khusus sangat berterima kasih kepada Ordo Joggye dan Kuil Joggye, atas komitmen mereka untuk berjuang bersama kami agar dapat menghentikan kebijakan pemerintah yang merugikan kaum buruh, dimana kelangsungan hidup 20 juta buruh Korea SelatanRead More →

Alfian Al’ayubby dan Abu Mufakhir   PER TANGGAL 5 Januari 2015, sebanyak 400 buruh di pabrik sepatu olahraga PT. Nikomas Gemilang, divisi Puma, mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) secara bertahap dengan alasan efesiensi. Menurut salah satu sumber yang bekerja di divisi Puma, PHK massal tersebut terjadi karena penurunan pesanan yang tajam, bahkan mencapai persentase 90 persen, dari yang biasanya 1 juta pasang sepatu olahraga berkurang menjadi hanya 100.000 pasang.[1] Sebelumnya, pada November-Desember 2014 secara bertahap para buruh juga telah di-PHK dengan alasan yang sama: efisiensi. Total buruh yang di-PHK sejak bulan November 2014 sampai Januari 2015 diperkirakan mencapai 800 buruh. Manajemen Puma menyatakan bahwa jumlahRead More →

Abu Mufakhir Aktif di Lembaga Informasi Perburuhan Sedane (LIPS)   “Abdi sanes nyandak taneuh jang dikantongan, atanapi diasupkeun ka keresek. Abdi mah ngan ngolah taneuh kanggo melak cabe jeung tomat. Tibatan tanahna nganggur, bari ku nteu sapira luasna, lain ribuan hektare siga nu diangge ku perusahaan swasta, encan mun gagal panenna.” (Saya bukan mengambil tanah untuk dikantongin (dimasukkin saku celana), atau dimasukan ke kantong plastik. Saya mengolah tanah hanya untuk menanam cabe dan tomat. Daripada tanahnya nganggur, lagi pula luasnya juga tidak seberapa, tidak seperti ribuan hektare yang disewakan pada perusahaan swasta, belum lagi kalau gagal panen).   Politik perkampungan yang dimaksud dalam tulisan iniRead More →

FSBK Jatim memilih aksi massa dan jalur pidana untuk memperjuangkan buruh Wawancara bersama Mahfud Zakaria, Sekretaris Jenderal FSBK Jawa Timur   Pengantar   Tjioe Christina Chandra divonis 1 tahun penjara dan denda Rp100 juta oleh Mahkamah Agung pada 24 April 2013. Tjioe Christina Chandra adalah pemilik UD Terang Suara Elektronik, beralamat di Jl. Kalianyar 17 L Bongkaran, Pabean Cantikan Surabaya 60161 Jawa Timur yang mempekerjakan 53 orang. Pengusaha ini diadukan oleh buruh karena membayar upah di bawah upah minimum. Undang-Undang Ketenagakerjaan Nomor 13 Tahun 2003 melarang pengusaha membayar upah lebih dari upah minimum. Pelanggaran atas ketentuan tersebut merupakan tindak pidana kejahatan (Pasal 90 ayat 1Read More →

Catatan Awal Pergerakan Buruh di Bekasi Pada bagian ini, saya  merasa perlu  mengutarakan beberapa pendapat yang tidak setuju terhadap aksi grebek pabrik, yang secara khusus dilakukan oleh FKI –karenanya tidak merujuk pada aksi grebek di luar FKI. Ketidaksetujuan ini berasal dari serikat buruh itu sendiri, bukan dari pihak pengusaha yang posisinya memang dirugikan oleh aksi-aksi grebekan pabrik tersebut. Beberapa pendapat serikat buruh yang tidak setuju:[1] pertama, aksi Grebek pabrik lebih mengedepankan strategi konfrontasi dibandingkan negosiasi. Tindakan ini dianggap telah merusak prinsip-prinsip Hubungan Industrial Pancasila, yang mengedepankan hubungan yang harmonis, dan kemitraan antara pihak pengusaha dan buruh, karena sama-sama saling membutuhkan. Kedua, aksi Grebek pabrik dipandang lebih merujuk pada tindakan-tindakan ancaman dan tekanan ketikaRead More →