“Siapapun Boleh Gabung!” Begitu tulisan sebuah poster yang minggu kemarin diedarkan oleh sebuah Komite Aksi Hari Perempuan Internasional Bandung Raya. Komite gotong-royong itu berisi tak kurang dari 15 organisasi mahasiswa berbagai universitas. Poster memuat informasi lengkap mengenai pelaksanaan peringatan Hari Perempuan Internasional, dari narahubung sampai tempat dan waktu aksi (depan Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Bandung, pukul 08 pagi – selesai). Kamis pagi, 8 Maret 2018. Cuaca cerah dan bersahabat. Pada waktu yang dijanjikan, tak satu pun rombongan aksi terlihat. Satu-satunya yang datang tepat waktu hanyalah regu petugas pengamanan. Mereka berjaga di depan gerbang Gedung Sate. Menjelang siang, mobil komando bertuliskan KASBI datang dari arah BaratRead More →

Bambang Dahana   Kawan saya, Wati (jangan percaya ini nama sebenarnya) bekerja di sebuah pabrik sepatu di Tangerang. Awal 2012, Wati mengumpulkan teman-temannya dan berencana membikin serikat buruh tingkat pabrik. Manajemen mengendus rencana Wati. Wati segera dipanggil untuk diajak bicara. Manajemen, alias juru bicara pengusaha, berkata kira-kira begini: “Wati, kamu jangan bergabung dengan serikat yang itu. Sebaiknya serikat yang ini saja.” “Kenapa begitu, pak?” “Soalnya serikat yang itu berpolitik. Kalau serikat yang ini tidak berpolitik.” Bagi saya cerita di atas amat luar biasa berharga, karena mengajarkan dua hal. Pertama, umumnya pengusaha rupanya memang hebat dan pintar. Mereka mampu mengendus dan tahu betul serikat buruh manaRead More →