Labor union delegations were not too happy  about the 105th International Labour Conference International Labour Organization (ILC ILO) recommendation. The conference did not recommend a legally binding international labour standard on global supply chain practices. ILC ILO is an annual event. ILC is the highest body that formulates program guide and elects ILO governing body. The 105th ILC was held on May 30 to June 10 2016 in Geneva, Switzerland. It was attended by five thousand delegations from 187 country members of ILO. There were four main topics discussed, i.e. Decent Work in Global Supply Chain, Implementation of Core International Labour Standards, Revision of theRead More →

Syarif Arifin Delegasi-delegasi serikat buruh tidak terlalu senang mendapati rekomendasi Konferensi Internasional Perburuhan Organisasi Perburuhan Internasional (ILC ILO) ke-105. Konferensi tidak berhasil merekomendasikan standar perburuhan internasional yang mengikat secara hukum praktik rantai pasokan global. Tahun ini ILC berlangsung dari 30 Mei hingga 10 Juni 2016 di Jenewa Swiss. Dihadiri lebih dari lima ribu orang delegasi dari 187 negara anggota ILO. Dengan tema Membangun Masa Depan dengan Kerja Layak, ILC mendiskusikan empat topik. Yaitu, Kerja layak dalam Rantai Pasokan Global, Pelaksanaan Standar Inti Perburuhan Internasional, Revisi Konvensi Buruh Maritim, dan Deklarasi untuk Keadilan Sosial. Di luar itu ada pula topik diskusi umum tentang situasi buruh diRead More →

Bambang Dahana   Kawan saya, Wati (jangan percaya ini nama sebenarnya) bekerja di sebuah pabrik sepatu di Tangerang. Awal 2012, Wati mengumpulkan teman-temannya dan berencana membikin serikat buruh tingkat pabrik. Manajemen mengendus rencana Wati. Wati segera dipanggil untuk diajak bicara. Manajemen, alias juru bicara pengusaha, berkata kira-kira begini: “Wati, kamu jangan bergabung dengan serikat yang itu. Sebaiknya serikat yang ini saja.” “Kenapa begitu, pak?” “Soalnya serikat yang itu berpolitik. Kalau serikat yang ini tidak berpolitik.” Bagi saya cerita di atas amat luar biasa berharga, karena mengajarkan dua hal. Pertama, umumnya pengusaha rupanya memang hebat dan pintar. Mereka mampu mengendus dan tahu betul serikat buruh manaRead More →

Pada 30 Mei hingga 10 Juni 2016, Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) melaksanakan Konferensi Perburuhan Internasional (ILC) ke-105. ILC dihadiri oleh perwakilan serikat buruh, organisasi pengusaha dan perwakilan pemerintah. ILC merupakan mekanisme tertinggi di ILO untuk memberikan arahan program kepada Governing Body ILO. Berdasarkan rekomendasi ILC tersebut Governing Body merumuskan program kerja untuk dilaksanakan oleh Direktur Jenderal ILO yang dibantu oleh kantor-kantor ILO di setiap negara anggotanya. Pada 11 Juni 2016, Majalah Sedane berkesempatan berbincang-bincang dengan salah satu perwakilan serikat buruh Indonesia yang hadir di ILC ILO,  Maria Emeninta. Maria delegasi yang berasal dari Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI).   Apa tema ILC sekarang danRead More →

Majalah Sedane berbincang-bincang dengan salah satu organisator pekerja rumahan, Cecilia Susiloretno dari MWPRI (Mitra Wanita Pekerja Rumahan Indonesia). MWPRI atau disebut pula Homenet Indonesia, merupakan jaringan kerja tingkat nasional yang berlokasi di Jawa Timur. Dalam Konferensi Perburuhan Internasional ke-105, yang berlangsung dari 28 Mei hingga 10 Juni 2016 di Jenewa, bersama SEWA (Self Employment Women Assosiation) India dan WIEGO (Women Informasi Economy: Globalizing and Organizing), MWPRI mengkampanyekan mengenai pentingnya ILO negara mengakui keberadaan pekerja rumahan, agar pekerja rumahan mendapatkan hak-haknya sebagai pekerja. Apa yang dimaksud pekerja rumahan? Sebenarnya, di Indonesia belum ada kesepakatan baik dari kalangan pengusaha maupun pemerintah mengenai definisi pekerja rumahan. Kami merujukRead More →