Reading Time: 4 minutes Dunia ketenagakerjaan di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir ini diwarnai pro-kontra tentang buruh atau tenaga kerja asing terutama dari Cina dan memuncak ketika keluar PP no 20 tahun 2018 tentang Penggunaan Tenaga Kerja Asing. Sikap kontra terutama muncul dari sebagian serikat buruh dengan argument bahwa peraturan tersebut akan merugikan tenaga kerja Indonesia dan menguntungkan tenaga kerja asing. Dalam konteks itu Syarif Arifin menulis sebuah artikel yang amat kaya dengan informasi berjudul Pemilu Sementara, Rasisme Abadi: Politik Rasisme di Serikat Buruh. Argumen utama tulisan tersebut adalah serikat buruh Indonesia mengidap rasisme karena menolak tenaga kerja asing (baca: tenaga kerja dari negara Cina) dan bahkan menerapkan politikRead More →