Emid Suhamidin, sore itu mengenakan kaos warna merah yang dipakainya dalam aksi May Day 2017. Itulah adalah May Day pertamanya sepanjang hidupnya dan sepanjang karirnya sebagai buruh. “Saya bangga, bersatu dalam barisan panjang berwarna merah dengan panji-panji perjuangan serikat,” ujar Emid. Peringatan May Day yang heroik, membekas dalam ingatannya sebagai buruh bahwa perjuangan tidak boleh terkungkung dalam tembok pabrik saja. Haruslah keluar dalam sekat-sekat dan bersatu dengan kekuatan yang lebih besar lagi dalam sebuah tema: Buruh untuk Rakyat. Apa yang membuatnya berkeputusan untuk berserikat? Pertanyaan ini dijawab dengan sederhana saja. Dia dan kawan-kawannya tidak mau hidup dalam belenggu yang membuatnya bodoh. Di pabrik, tenaganya sudahRead More →

Kemarin malam, saat jeda salat Isya dan Tarawih, di mimbar masjid seorang penceramah memberikan kuliah pendek, yang disebut dengan Kultum. Isinya pengantar mengenai Ramadan yang sudah memasuki sepertiga terakhir. Penceramah mengatakan, pada sepertiga Ramadan yang terakhir ini Gusti Allah menurunkan sebuah malam yang sangat istimewa; malam kemuliaan, Lailatul Qadar. Di malam Lailatul Qadar, apabila seorang hamba menjalankan ibadah pahalanya setara dengan seribu bulan atau kisaran waktu 83 tahun. Luar biasa sekali. Siapa yang tidak tertarik dengan janji Allah tersebut. Sebagai penutup Kultum, penceramah mengajak jamaah untuk menjalankan i’tikaf atau berdiam di masjid selama sepuluh hari tersisa di bulan suci ini. Isi ceramah demikian sudah seringRead More →

Melalui surat edaran nomor B.122/M.NAKER/PHIJSK-KKHI/IV/2017 tertanggal 11 April 2017, Menteri Ketenagakerjaan RI, M. Hanif Dhakiri mengeluarkan surat edaran berkaitan dengan Pelaksanaan May day 2017. Surat yang ditujukan kepada para Gubernur tersebut pada intinya berisi himbauan agar May Day 2017 dilaksanakan dengan suasana kekeluargaan, aman dan harmonis. Selain lintas Kementrian, Surat ini juga ditembuskan ke beberapa institusi lain seperti Kapolri dan Badan Inteljen Negara (BIN). Ini bukan pertama kalinya, pemerintah menerbitkan surat serupa setiap kali menjelang aksi besar May Day atau aksi lain yang dianggap akan mengganggu penerapan kebijakan kepentingan pemerintah dalam semua sektor, terutama perburuhan. Corak sebenarnya masih sama persis dengan cara-cara rezim otoritarianisme OrdeRead More →

Khamid Istakhori     Besok akan May Day, dan ini adalah May Day ke-16 sepanjang hidupku. Setelah May Day pertama di tahun 2001 bersama Komite Aksi Satu Mei 2001, maka perjalanan memperingati May Day seperti naik angkot di pinggiran kota Jakarta: kadang ngebut, kadang lambat dan bahkan ngetem di prapatan jalan. Namaku Khamid Istakhori. Bekerja berganti-ganti pabrik. Sejak saat itu juga “mengenal serikat” dengan berbagai warna, ritme dan aroma. Ceritanya, masih sama kayak angkot Jakarta. Jatuh bangun bekerja di pabrik, di PHK, demikian pula serikat yang ku ikuti. Tahun 1995 aku lulus STM Pembangunan di Temanggung,  jurusan Teknologi Hasil Pertanian. Ini STM hebat, sebab diRead More →

Khamid Istakhori   KURANGI JAM KERJA 10 % SAJA! Pernyataan bahwa selalu ada yang pertama, ada benarnya. Demikian juga dalam ber-May Day. Saya –sebagaimana pernah saya tulis sebelumya- mengalami May Day pertama tahun 2001 bersama Komite Aksi Satu Mei, tahun 2001. Tahun yang penuh tantangan, dimana pembicaraannya masih berkutat pada satu mimpi : 1 Mei hari libur. Kini, tahun 2015, adalah bukti mimpi itu menjadi kenyataan. 1 Mei sebagai hari libur nasional, memasuki tahun ke-2. Susilo Bambang Yudhoyono, Presiden nan romantis itu menandatangani sebuah keputusan untuk menjadikan 1 Mei sebagai hari libur nasional pada 2013, dan baru berlaku tahun berikutnya. Sebagian orang pada waktu ituRead More →