Oleh, Nonon Cemplon   Anakku, empat tahun lalu Ibu adalah buruh pabrik. Ah, pasti kamu tidak mengerti apa itu buruh pabrik. Tidak apa-apa. Kelak kamu akan tahu. Dulu, Ibu bangun tidur jam setengah lima pagi. Kadang lebih pagi dari itu. Padahal, kata orang, itulah jam-jam yang paling nikmat menarik selimut. Di saat orang lain lelap, Ibu sudah berbenah, mandi, memasak, dan memastikan rumah dalam keadaan beres. Jam 6 pagi Ibu berangkat ke pabrik, setelah Ibu mengantarkan kamu ke rumah Bude. Bude-lah yang mengasuh kamu ketika Ibu bekerja di pabrik. Kamu tahu Nak, di pabrik Ibu harus menjahit sepatu. Setiap jam harus menjahit 180 pasang sepatu. IbuRead More →