Sistem kerja kontrak menciptakan tempat kerja semakin labil. FSBKU mengembangkan pengorganisasian berbasis komunitas. Olim Surya Atmaja, 26 tahun. Kaus dan celana hitam yang membungkus tubuh lelaki asal Tangerang ini menampakkan warna kulitnya yang putih. Bapak satu anak ini terlihat kurus dan kecil. Kelopak matanya yang kehitaman mengatakan bahwa ia kurang beristirahat. Tapi gerakannya gesit dan lincah. Lebih dari dua bulan pikiran dan waktu Olim tersita. Bersama 38 kawan sekerjanya, ia harus berhadapan dengan kasus yang cukup berat. Terhitung Oktober 2012, mereka dianggap mengundurkan diri setelah melakukan mogok selama lebih enam belas hari di depan pabrik. Mereka bersolidaritas terhadap delapan orang kawan sekerjanya yang  dirumahkan danRead More →

FSBK Jatim memilih aksi massa dan jalur pidana untuk memperjuangkan buruh Wawancara bersama Mahfud Zakaria, Sekretaris Jenderal FSBK Jawa Timur   Pengantar   Tjioe Christina Chandra divonis 1 tahun penjara dan denda Rp100 juta oleh Mahkamah Agung pada 24 April 2013. Tjioe Christina Chandra adalah pemilik UD Terang Suara Elektronik, beralamat di Jl. Kalianyar 17 L Bongkaran, Pabean Cantikan Surabaya 60161 Jawa Timur yang mempekerjakan 53 orang. Pengusaha ini diadukan oleh buruh karena membayar upah di bawah upah minimum. Undang-Undang Ketenagakerjaan Nomor 13 Tahun 2003 melarang pengusaha membayar upah lebih dari upah minimum. Pelanggaran atas ketentuan tersebut merupakan tindak pidana kejahatan (Pasal 90 ayat 1Read More →

Catatan Awal Pergerakan Buruh di Bekasi Pada bagian ini, saya  merasa perlu  mengutarakan beberapa pendapat yang tidak setuju terhadap aksi grebek pabrik, yang secara khusus dilakukan oleh FKI –karenanya tidak merujuk pada aksi grebek di luar FKI. Ketidaksetujuan ini berasal dari serikat buruh itu sendiri, bukan dari pihak pengusaha yang posisinya memang dirugikan oleh aksi-aksi grebekan pabrik tersebut. Beberapa pendapat serikat buruh yang tidak setuju:[1] pertama, aksi Grebek pabrik lebih mengedepankan strategi konfrontasi dibandingkan negosiasi. Tindakan ini dianggap telah merusak prinsip-prinsip Hubungan Industrial Pancasila, yang mengedepankan hubungan yang harmonis, dan kemitraan antara pihak pengusaha dan buruh, karena sama-sama saling membutuhkan. Kedua, aksi Grebek pabrik dipandang lebih merujuk pada tindakan-tindakan ancaman dan tekanan ketikaRead More →

Pada Juli 2o12, Sedane (S) melakukan wawancara panjang dengan salah satu pejuang buruh di Bekasi, Danial Indrakusuma (DI). Wawancara ini diharapkan dapat memberikan hikmah bagi gerakan buruh diwilayah, karena memotret pengalaman kemenangan gerakan buruh di Bekasi. Selain itu, wawancara pun memuat mengenai sejumlah kendala dan tangan apa saja yang sedang dihadapi dan perlu diselesaikan oleh pimpinan serikat buruh dalam menjaga atmosfir perjuangan. S: Bagaimana Anda melihat perkembangan gerakan buruh sekarang?  DI: Kalau mau membicarakan gerakah buruh sekarang, harus ditarik dulu ke belakang. Kalau tidak, tidak kelihatan sebab-akibatnya. Kelas buruh saat ini dan masa lalu memiliki saling keterkaitan sebab-akibat erat dengan sejarah pembentukan kelas buruh sejakRead More →

Catatan Awal Pergerakan Buruh di Bekasi 3 Oktober 2012, merupakan tanggal monumental dalam sejarah gerakan buruh Indonesia pasca kediktatoran rezim orde baru. Pada hari itu, tiga konfederasi besar serikat buruh yang tergabung dalam MPBI (Majelis Pekerja Buruh Indonesia), didukung beberapa federasi serikat buruh di luar MPBI, menjalankan aksi mogok nasional. Dengan jumlah massa ratusan ribu, yang berasal dari 754 perusahaan di 12 provinsi, 37 kabupaten/kota yang tersebar di pulau-pulau besar Indonesia seperti Jawa, Sumatera, Riau, dan Papua Barat,[1] MPBI menuntut penghapusan sistem kerja outsourcing, penolakan upah murah, dan pelaksanaan jaminan sosial. Inilah aksi mogok nasional pertamakali dalam sejarah gerakan buruh pasca-Soeharto. Pemogokan ini sukses melumpuhkanRead More →