Pengantar           Barangkali memang tidak ada aksi jalanan buruh pasca-Soeharto yang lebih spektakuler dibanding pergerakan buruh di Bekasi Jawa Barat. Mereka menggelar aksi solidaritas antarpabrik atau secara popular disebut “grebek pabrik”. Aksi ini marak terjadi pada 2012. Aksi puluhan ribu buruh melakukan “grebek pabrik” telah sukses memaksa ratusan pabrik mengangkat puluhan ribu buruh outsourcing dan kontrak menjadi buruh tetap. Data dari Federasi Serikat Pekerja Metal (FSPMI) menunjukkan bahwa aksi-aksi grebek yang diinisiasi FSPMI berhasil menuntut lima puluhan pabrik mengubah status 40-an ribu buruh outsourcing menjadi buruh tetap (Febrianto, 2012). Jumlah ini akan bertambah besar jika ditambah dengan aksi ‘grebek pabrik’ yang dipelopori oleh Forum KomunikasiRead More →

  “Hari ini, bersama ribuan kawan kami, kami bergerak mengacungkan kepal tangan kami.  Tidak mewakili siapapun, tetapi mewakili diri kami. Kami tidak akan pernah tunduk dengan siapapun termasuk juga kalian. Kepada kalian,  pemodal yang angkuh, Kami hanya butuh menyatakan: kami tak akan berhenti melawan kalian. Kemarin, hari ini, dan esok!” (Orasi Ahmad Rospeli, Pengurus SPSI PT Pindo Deli Karawang – dalam aksi May Day 2001 di depan Menara BII, pusat kekuasaan Sinar Mas Group) Aku  masih mengingat dengan jelas orasi itu. Dilantangkan dari kerongkongan kecil seorang buruh pabrik kertas Pindo Deli Karawang. Waktu itu, kami bersepuluh, dari Karawang. Naik bus pagi-pagi dengan ongkos hasil patungan.Read More →

Sistem kerja kontrak menciptakan tempat kerja semakin labil. FSBKU mengembangkan pengorganisasian berbasis komunitas. Olim Surya Atmaja, 26 tahun. Kaus dan celana hitam yang membungkus tubuh lelaki asal Tangerang ini menampakkan warna kulitnya yang putih. Bapak satu anak ini terlihat kurus dan kecil. Kelopak matanya yang kehitaman mengatakan bahwa ia kurang beristirahat. Tapi gerakannya gesit dan lincah. Lebih dari dua bulan pikiran dan waktu Olim tersita. Bersama 38 kawan sekerjanya, ia harus berhadapan dengan kasus yang cukup berat. Terhitung Oktober 2012, mereka dianggap mengundurkan diri setelah melakukan mogok selama lebih enam belas hari di depan pabrik. Mereka bersolidaritas terhadap delapan orang kawan sekerjanya yang  dirumahkan danRead More →

FSBK Jatim memilih aksi massa dan jalur pidana untuk memperjuangkan buruh Wawancara bersama Mahfud Zakaria, Sekretaris Jenderal FSBK Jawa Timur   Pengantar   Tjioe Christina Chandra divonis 1 tahun penjara dan denda Rp100 juta oleh Mahkamah Agung pada 24 April 2013. Tjioe Christina Chandra adalah pemilik UD Terang Suara Elektronik, beralamat di Jl. Kalianyar 17 L Bongkaran, Pabean Cantikan Surabaya 60161 Jawa Timur yang mempekerjakan 53 orang. Pengusaha ini diadukan oleh buruh karena membayar upah di bawah upah minimum. Undang-Undang Ketenagakerjaan Nomor 13 Tahun 2003 melarang pengusaha membayar upah lebih dari upah minimum. Pelanggaran atas ketentuan tersebut merupakan tindak pidana kejahatan (Pasal 90 ayat 1Read More →

Catatan Awal Pergerakan Buruh di Bekasi Pada bagian ini, saya  merasa perlu  mengutarakan beberapa pendapat yang tidak setuju terhadap aksi grebek pabrik, yang secara khusus dilakukan oleh FKI –karenanya tidak merujuk pada aksi grebek di luar FKI. Ketidaksetujuan ini berasal dari serikat buruh itu sendiri, bukan dari pihak pengusaha yang posisinya memang dirugikan oleh aksi-aksi grebekan pabrik tersebut. Beberapa pendapat serikat buruh yang tidak setuju:[1] pertama, aksi Grebek pabrik lebih mengedepankan strategi konfrontasi dibandingkan negosiasi. Tindakan ini dianggap telah merusak prinsip-prinsip Hubungan Industrial Pancasila, yang mengedepankan hubungan yang harmonis, dan kemitraan antara pihak pengusaha dan buruh, karena sama-sama saling membutuhkan. Kedua, aksi Grebek pabrik dipandang lebih merujuk pada tindakan-tindakan ancaman dan tekanan ketikaRead More →