Reading Time: 7 minutes PDFPrintJuli 2019, kita dikejutkan dengan berita: seorang buruh perempuan yang bekerja di pabrik garmen di Solo Jawa Tengah dipermalukan perusahaan pinjaman online, Incash. Yi, fotonya disebarkan di media sosial dengan dibubuhi tulisan: rela digilir seharga Rp 1.054.000 dan akan memberikan kepuasaan bagi pengguna jasanya. Cerita bermula ketika Yi meminjam uang Rp 1 juta dari Incash. Uang yang diterima Yi sebesar Rp 680 ribu. Katanya, dipotong uang administrasi. Jumlah pinjaman tersebut harus dikembalikan dalam seminggu, menjadi Rp 1.054 ribu. Setelah menerima uang, petugas Incash pun membuat grup Whatsapp yang memasukan Yi sebagai salah satu anggota grup. Tempo pembayaran pun tiba. Yi tidak mampu bayar. Petugas IncashRead More →

Reading Time: 8 minutes PDFPrintAstika Andriani Menelisik beberapa kecenderungan dalam politik jaringan produksi global Pertama-tama, dalam rantai pasok ini, kompetisi terjadi antar berbagai perusahaan dalam tiap lapisan hirarki. Yang pertama kompetisi antar perusahaan pemilik merek (buyer), misalnya Apple dengan Samsung. Untuk memenangkan kompetisi ini, mereka tentunya terus mencari cara untuk dapat memberikan produk yang paling berkualitas tinggi dengan harga yang paling oke kepada konsumen. Belum lagi melakukan itu semua di bawah tekanan pasar elektronik yang memiliki siklus produk sangat cepat. Untuk itu, perusahaan-perusahaan ini kerap menekan para manufakturnya untuk menurunkan ongkos dan meningkatkan efisiensi dan kecepatan. Yang harus diingat adalah bahwa korporasi-korporasi besar ini bisa beranjak kemana saja, danRead More →

Reading Time: 9 minutes PDFPrintPada 2000, aku bekerja di Sawmill PT Semarak Sdn Bhd Bintulu, Sarawak, Malaysia. Pertama masuk, aku bekerja di bagian mesin proskat. Mesin proskat ini adalah mesin pemotong kayu. Kerjaku memotong kayu yang sudah setengah jadi dari mesin bandsaw, untuk dijadikan kayu jadi yang siap disusun dan di–packing. Aku bekerja 12 jam. Masuk jam 6 pagi dan pulang jam 6 petang. Kadang–kadang aku bekerja sampai jam 10 malam karena barang yang dipesan harus segera dikirim. Di situ, aku baru kerja beberapa minggu. Aku tidak kenal siapa-siapa kecuali Mali dan Dodo. Mereka berdualah yang mengajakku dan menyelamatkanku dari kejaran Polisi Diraja Malaysia. Pertama kerja, aku dibayar perRead More →

Reading Time: 7 minutes PDFPrintAstika Andriani Pada 1960-an hingga 1980-an, dunia melihat tren ekonomi global baru, di mana perusahaan-perusahaan multinasional mulai berbondong-bondong membangun jaringan produksi di negara luar, terutama Asia, dalam rangka memangkas ongkos produksi. Praktik-praktik ini kerap disebut sebagai offshoring.1 Biasanya perusahaan ini akan mengontrak pabrik untuk melakukan proses manufaktur produk yang sudah mereka desain. Di beberapa negara tertentu, perusahaan-perusahaan ini juga memanfaatkan dibukanya celah untuk Foreign Direct Investment di negara-negara berkembang lewat joint venture. Salah satunya Apple, yang memutuskan untuk memulai praktik offshoring lewat mengontrak pabrik di Singapura pada 1981 untuk melakukan kegiatan perakitan. Ketika itu, Apple memang sedang berencana menaikkan produksi salah satu komputernya. Memang, sejakRead More →