Abu Mufakhir Buruh Nikomas: Perempuan, Muda, Pendatang Jumat, pukul 4 sore tahun 2010, saya datang ke kelurahan Tambak, Serang Timur, Banten, lokasi di mana pabrik sepatu Nikomas berdiri. Pabrik terbesar di Asia Tenggara yang mempekerjakan 75.000-80.000 pekerja. Kurang lebih 3 kilometer sebelum sampai ke gerbang utama, jalanan sudah mulai macet. Angkutan umum, bus jemputan karyawan, truk-truk peti kemas, ribuan sepeda motor, seluruhnya berjalan merayap. Di samping kiri-kanan jalan, ribuan pekerja Nikomas berjalan kaki dengan wajah lelah. Semakin mendekati pabrik Nikomas, kemacetan semakin parah, angkutan umum semakin sulit bergerak. Di sekitar pabrik Nikomas, berjejer pedagang kaki lima menjual pakaian, buah-buahan, makanan, dan DVD bajakan. Berjejer jugaRead More →

Pengantar           Barangkali memang tidak ada aksi jalanan buruh pasca-Soeharto yang lebih spektakuler dibanding pergerakan buruh di Bekasi Jawa Barat. Mereka menggelar aksi solidaritas antarpabrik atau secara popular disebut “grebek pabrik”. Aksi ini marak terjadi pada 2012. Aksi puluhan ribu buruh melakukan “grebek pabrik” telah sukses memaksa ratusan pabrik mengangkat puluhan ribu buruh outsourcing dan kontrak menjadi buruh tetap. Data dari Federasi Serikat Pekerja Metal (FSPMI) menunjukkan bahwa aksi-aksi grebek yang diinisiasi FSPMI berhasil menuntut lima puluhan pabrik mengubah status 40-an ribu buruh outsourcing menjadi buruh tetap (Febrianto, 2012). Jumlah ini akan bertambah besar jika ditambah dengan aksi ‘grebek pabrik’ yang dipelopori oleh Forum KomunikasiRead More →

  “Hari ini, bersama ribuan kawan kami, kami bergerak mengacungkan kepal tangan kami.  Tidak mewakili siapapun, tetapi mewakili diri kami. Kami tidak akan pernah tunduk dengan siapapun termasuk juga kalian. Kepada kalian,  pemodal yang angkuh, Kami hanya butuh menyatakan: kami tak akan berhenti melawan kalian. Kemarin, hari ini, dan esok!” (Orasi Ahmad Rospeli, Pengurus SPSI PT Pindo Deli Karawang – dalam aksi May Day 2001 di depan Menara BII, pusat kekuasaan Sinar Mas Group) Aku  masih mengingat dengan jelas orasi itu. Dilantangkan dari kerongkongan kecil seorang buruh pabrik kertas Pindo Deli Karawang. Waktu itu, kami bersepuluh, dari Karawang. Naik bus pagi-pagi dengan ongkos hasil patungan.Read More →

Sistem kerja kontrak menciptakan tempat kerja semakin labil. FSBKU mengembangkan pengorganisasian berbasis komunitas. Olim Surya Atmaja, 26 tahun. Kaus dan celana hitam yang membungkus tubuh lelaki asal Tangerang ini menampakkan warna kulitnya yang putih. Bapak satu anak ini terlihat kurus dan kecil. Kelopak matanya yang kehitaman mengatakan bahwa ia kurang beristirahat. Tapi gerakannya gesit dan lincah. Lebih dari dua bulan pikiran dan waktu Olim tersita. Bersama 38 kawan sekerjanya, ia harus berhadapan dengan kasus yang cukup berat. Terhitung Oktober 2012, mereka dianggap mengundurkan diri setelah melakukan mogok selama lebih enam belas hari di depan pabrik. Mereka bersolidaritas terhadap delapan orang kawan sekerjanya yang  dirumahkan danRead More →

FSBK Jatim memilih aksi massa dan jalur pidana untuk memperjuangkan buruh Wawancara bersama Mahfud Zakaria, Sekretaris Jenderal FSBK Jawa Timur   Pengantar   Tjioe Christina Chandra divonis 1 tahun penjara dan denda Rp100 juta oleh Mahkamah Agung pada 24 April 2013. Tjioe Christina Chandra adalah pemilik UD Terang Suara Elektronik, beralamat di Jl. Kalianyar 17 L Bongkaran, Pabean Cantikan Surabaya 60161 Jawa Timur yang mempekerjakan 53 orang. Pengusaha ini diadukan oleh buruh karena membayar upah di bawah upah minimum. Undang-Undang Ketenagakerjaan Nomor 13 Tahun 2003 melarang pengusaha membayar upah lebih dari upah minimum. Pelanggaran atas ketentuan tersebut merupakan tindak pidana kejahatan (Pasal 90 ayat 1Read More →