Abu Mufakhir Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) adalah suatu proyek paling lengkap dari integrasi ASEAN. Tahapannya sudah berlangsung sejak 13 tahun lalu, dan akan berlaku di penghujung tahun ini. Sebagai proyek liberalisasi perdagangan, praktiknya sudah lama berjalan. Karenanya deklarasi MEA lebih mencerminkan upaya pelembagaan dan ratifikasi atas praktik-praktik sebelumnya. Salahsatu konsekuensinya adalah semakin lepasnya kendali negara atas kapital, dan semakin diarahkannya kendali negara atas buruh. Pertanyaan yang kemudian menjadi semakin sering diajukan adalah: apa sebenarnya maksud dari integrasi tersebut, untuk kepentingan siapa dan bagaimana? Tulisan ini ingin mendiskusikan persoalan integrasi tersebut melalui kacamata perburuhan, dengan mengajukan pertanyaan: seiring dengan integrasi ASEAN, apa yang secara strukturalRead More →

“Pernyataan Pers ini dilakukan pada tanggal 10 Desember 2015” Walaupun sejenak saya mungkin tidak dapat bersama-sama kalian, saya akan terus berjuang, sampai kita dapat menghentikan kebijakan perburuhan yang merugikan kaum buruh. *** Pertama, izinkan saya untuk mengucapkan terimakasih kepada Ordo Joggye, bhiksu Joggye, dan seluruh pengikutnya yang telah mengalami ketidaknyamanan dan kesulitan yang besar selama 25 hari terakhir, ketika 20 juta nasib buruh Korea Selatan beristirahat dalam pelukan rahmat Buddha. Saya secara khusus sangat berterima kasih kepada Ordo Joggye dan Kuil Joggye, atas komitmen mereka untuk berjuang bersama kami agar dapat menghentikan kebijakan pemerintah yang merugikan kaum buruh, dimana kelangsungan hidup 20 juta buruh Korea SelatanRead More →

Pada 15 Oktober 2015, serikat-serikat buruh berdemonstrasi di pusat-pusat pemerintahan menolak Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang Pengupahan. Di antara alasan penolakannya, karena perumusan RPP Pengupahan tanpa melibatkan dan menyerap aspirasi serikat buruh. Lebih jauh dikatakan bahwa RPP Pengupahan akan membuat upah buruh diombang-ambing oleh mekanisme pasar. Melalui RPP Pengupahan, pemerintah memperkenalkan formula kenaikan upah minimum. Formula baru upah minimum dirangkum dalam kata, PAS. Pasti naik, Adil bagi buruh dan pengusaha, dan Sederhana dalam menghitung dan melaksanakannya. Pemerintah hakul yaqin, RPP Pengupahan akan memberikan kepastian bagi semua pihak. RPP Pengupahan merupakan salah satu amanat dari Pasal 97 Undang-Undang Ketenagakerjaan Nomor 13 Tahun 2003.[1] Selama ini, RPPRead More →

Sebastian Manuputy (32) membakar diri dan melompat dari ketinggian 40 meter; atap tribun Gelora Bung Karno, sekira pukul 4.30 sore. Tubuhnya membentur rangka baja panggung utama acara May Day Fiesta KSPI (konfederasi serikat pekerja Indonesia).[1] Saat ribuah buruh dari Jakarta, Bogor, Tangerang, dan Bekasi sedang asyik berjoget menikmati lantunan lagu sendu, ‘Aku Cinta Kau dan Dia’ yang dibawakan grup band Ahmad Dhani, Triad. Dari atas panggung itu pula, beberapa menit sebelumnya Sekretaris Jenderal Konfederasi Serikat Buruh Internasional (ITUC/International Trade Union Confederation), Sharan Burrow mengatakan, “Ketika ada perusahaan memperlakukan salah satu dari anda dengan tidak adil, beri tahu kami. Kami akan berjuang untuk Anda.”[2] Disebutkan pulaRead More →

Jafar Suryomenggolo   Info Buku; Buruh menuliskan perlawanannya. Bogor: Lembaga Informasi Perburuhan Sedane (LIPS) bekerjasama dengan Tanah Air Beta, 2015. 400 halaman +xviii Penulis: Agus Japar Sidik, Atip Kusnadi, Budiman, Dayat Hidayat, Gito Margono, Hermawan, Lami, Fresly Manulang, Salsabila, Nuzulun Ni’mah, Sri Jumiati, Sugiyono, Supartono, Samsuri, Muryati. Editor: Bambang Dahana, Syarif Arifin, Abu Mufakhir, Dina Septi, Azhar Irfansyah, Alfian Al-Ayubby Pelu.   “Adalah tugas serikat buruh untuk tetap mengimbangi tuntutan kaum majikan,” tutup Lucie Baud di bagian akhir tulisannya di satu majalah lokal yang terbit di tahun 1908. Lucie Baud adalah seorang buruh perempuan Perancis, yang lahir di tahun 1870. Di dalam tulisannya itu, diaRead More →