Mungkin ini hal yang membosankan untuk terus dibicarakan. Tapi, aku rasa, tidak ada salahnya membicarakannya kembali; sistem kerja kontrak. Pengalaman langsung yang memberikan gambaran lebih lengkap tentang persoalan-persoalan yang dihadapi buruh kontrak. Ingatan Awal Sistem kerja kontrak ini mulai disahkan dalam peraturan negara sejak 1997 dengan terbitnya Undang-Undang Ketenagakerjaan Nomor 25. Dalam Pasal 16 disebut perjanjian kerja untuk waktu tertentu.  Model kerja demikian muncul atas desakan IMF (International Monetary Fund) dan World Bank terhadap Indonesia, sebagai syarat bantuan yang diberikan pada saat krisis ekonomi 1997. Desakan tersebut termuat nota kesepakatan antara Indonesia dan IMF pada butir ke 37 dan 42. Sistem kerja kontrak disebut sebagaiRead More →

  Abstrak Penelitian ini mengangkat topik tentang independensi jurnalis dan konstruksi jurnalisme profesional dalam konteks pers industrial di Indonesia pasca-Orde Baru. Keterkaitan antara ketiganya dibingkai melalui fenomena politisasi media pada momen Pemilu 2014 melalui studi kasus Media Indonesia dan Koran Sindo. Penelitian dengan metode kualitatif ini difokuskan pada independensi jurnalis sebagai fokus analisis. Berdasarkan temuan penelitian, konstruksi pers industrial membatasi independensi jurnalis. Keterbatasan ini didasari oleh posisi jurnalis sebagai kelas pekerja yang berkonsekuensi pada posisi tawar yang lemah dan dorongan pragmatisme jurnalis. Posisi kelas tersebut terbentuk dengan dilatari oleh adanya perubahan konstruksi jurnalisme di dalam konstruksi pers industrial. Pada akhirnya, independensi jurnalis dibatasi dengan sendirinyaRead More →

Arif Novianto “The University cannot be a business and education cannot be a commodity. The…future of the University is at stake, and in this battle we will not put our arms down” – Camila Vallejo, President Confederación de Estudiantes de Chile (CONFECH) – “Social protests…are an expression of our freedom and our power to reclaim the streets. They reflect our ability to express what we think…Street protests are weapons to achieve our goals, including education”. -Alfredo Vielma, Former Leader Asamblea Coordinadora de Estudiantes Secundarios (ACES)- Pendidikan di Indonesia pada awal abad ke-21 telah memasuki era baru. Jika sebelumnya sektor pendidikan dikerangkeng dengan rantai “birokrasi pendidikan”(1) olehRead More →

“8 jam kerja, 8 jam istirahat, 8 jam rekreasi”. Jangan sampai kita lupa. Dari slogan itu terdapat jejak sejarah panjang; keringat bercucuran dan darah yang menetes. Ada martir yang terbunuh dari kalangan buruh. Hingga lahir 1 Mei ini. May Day! May Day, adalah simbol pembebasan, pencapaian, kebangkitan dan kemenangan (satu langkah) buruh sedunia. Salah satunya, keberhasilan buruh memutus rantai penindasan jam kerja yang tak manusiawi dari 20 jam kerja sehari menjadi 8 jam. Tentu saja perjuangan buruh masih panjang. Upah layak, kesetaraan kerja, hingga demokratisasi kepemilikan faktor-faktor produksi adalah agenda jangka panjang yang masih terus menunggu. May Day mesti menjadi perayaan kemenangan sekaligus refleksi perjuanganRead More →

Dua minggu sebelum Mayday aku jatuh sakit yang membuat Aku harus “merayakan” Mayday di rumah. Kecewa dan sedih karena tidak bisa bergabung dengan teman-teman di Jakarta. Namun, biar tampak sibuk dan tak mau ketinggalan cerita, aku mengumpulkan berita seputar Mayday di beberapa daerah dengan bantuan mbah google. Hasilnya lumayan. Macam-macam bentuk ‘perayaan’ dilakukan. Tentu saja dengan ‘dongeng’ mayday-nya masing-masing. Tulisan ini mencoba merangkum ragam kegiatan mayday di berbagai daerah dengan cara dikelompokkan berdasarkan tema. Kegiatan yang dicatat di sini termasuk kegiatan sebelum 1 Mei, tetapi berhubungan dengan mayday. Untuk kegiatan mayday di Jakarta dalam beberapa bentuk, akan saya rangkum dalam bagian tersendiri. Rangkuman ini ditujukanRead More →