Reading Time: 4 minutes Oleh, Salma YT   Jam di tangannya sudah menunjukan pukul 17.15, itu artinya sebentar lagi buka puasa.  Langit gelap, awan hitam seakan terus  mengikuti putaran roda motornya. Sebentar lagi hujan akan mengguyur kota yang dijuluki “kota seribu industri” ini. Sudah hampir tiga hari  ini hujan terus tumpah. Saiful tidak menggubris cuaca murung. Motornya terus dipacu. Jarum di-dashboard motor tidak beranjak dari angka 40 km. Pandangan kosong menatap jalanan di depannya. Masih terngiang ucapan manager HRD sore tadi sebelum pulang kerja. Saiful dipanggil bersama 57 orang temannya di ruang pertemuan yang sempit tanpa AC. “Mohon maaf. Seperti yang kalian tahu, sejak pandemi covid-19 produksi kita menurun,Read More →

Reading Time: 9 minutes Oleh, Ma Shu 10 tahun sejak tragedi ‘bunuh diri pekerja Foxconn’, pekerja di China masih terus mengalami penindasan di tempat kerjanya Sudah 10 tahun lamanya sejak tragedi ‘bunuh diri pekerja Foxconn’ terjadi pada 2010. Ketika itu, 18 pekerja muda melakukan bunuh diri secara beruntun. Tindakan ini kemudian menguak kondisi kerja buruh di pabrik Foxconn dan mendapat perhatian media dan publik secara luas. Namun, baik Foxconn (pabrik penerima order) dan Apple (perusahaan pemegang merk dan pemberi order produksi), termasuk miliarder Terry Guo pemilik Foxconn, dan para konsumen mulai melupakan tragedi bunuh diri tersebut. Sementara itu, praktek eksploitasi di pabrik Foxconn tidak betul-betul membaik. Nasib pekerja malahRead More →

Reading Time: 4 minutes Oleh, Kokom Komalawati Sejak ditetapkannya kebijakan #kerjadirumah dan #belajardirumah, rata-rata buruh perempuan berkeluarga yang saya temui di Tangerang memiliki cerita yang sama. Mereka harus bersiasat dengan kebutuhan sehari-hari yang semakin mahal karena menghadapi bulan Ramadan dan Idul Fitri sekaligus harus menangani anak-anak belajar di rumah. Para buruh lebih khawatir kehilangan pendapatan dan pekerjaan ketimbang terpapar virus Corona. Awal Maret pemerintah mengumumkan kebijakan #kerjadirumah, #belajardirumah, dan #ibadahdirumah. Disusul dengan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Ketika kebijakan #belajardirumah berlaku, keluarga buruh pontang-panting. Mereka harus meluangkan waktu, menyiasati pengeluaran dan mengalokasikan energi menghadapi anak-anak. Serangkaian bujukan yang dibumbui ancaman mewarnai hari-hari anak-anak mengerjakan tugas-tugas sekolah di rumah.Read More →

Reading Time: 7 minutes Juli 2019, kita dikejutkan dengan berita: seorang buruh perempuan yang bekerja di pabrik garmen di Solo Jawa Tengah dipermalukan perusahaan pinjaman online, Incash. Yi, fotonya disebarkan di media sosial dengan dibubuhi tulisan: rela digilir seharga Rp 1.054.000 dan akan memberikan kepuasaan bagi pengguna jasanya. Cerita bermula ketika Yi meminjam uang Rp 1 juta dari Incash. Uang yang diterima Yi sebesar Rp 680 ribu. Katanya, dipotong uang administrasi. Jumlah pinjaman tersebut harus dikembalikan dalam seminggu, menjadi Rp 1.054 ribu. Setelah menerima uang, petugas Incash pun membuat grup Whatsapp yang memasukan Yi sebagai salah satu anggota grup. Tempo pembayaran pun tiba. Yi tidak mampu bayar. Petugas IncashRead More →