Waktu belum menunjukan pukul 12.00 di seputaran Bundaran HI. Tetapi matahari seakan berada di ubun-ubun. Aku bersama lebih dari dua ratus orang anggota GSBI Tangerang. Kami berjalan di antara kerumunan orang berseragam organisasinya; ada yang berwarna hitam, merah, dan lain-lain. Dari tulisan di seragamnya aku tahu dari organisasi mana mereka berasal. Ada dari KASBI, FSPMI, PPMI, dan lain-lain. Agak sulit mencari titik kumpul massa GSBI. GSBI singkatan dari Gabungan Serikat Buruh Independen pada saat itu, adalah afiliasi dari organisasi yang kubentuk di pabrik. Panasnya hari ini bukan hanya karena sengatan matahari tetapi karena banyaknya orang-orang yang berkumpul, seperti semut. Kelak aku paham kalau orang-orang ituRead More →

Minggu, 31 Desember 2017 adalah hari terakhir yang dilewati di penghujung 2017. Aku ibu rumah tangga yang aktif di organisasi buruh. Aku adalah satu dari 1300 buruh pembuat sepatu merek Adidas di PT Panarub Dwikarya Tangerang Banten, yang dipecat ilegal pada 2012. Sejak pemecatan kejam itulah aku mulai terlibat dalam kegiatan organisasi; terlibat rapat, diskusi, demonstrasi dan sebagainya. Di hari Minggu ini aku bangun pagi, seperti biasa. Lalu melakukan aktivitas; menyiapkan makan dan bersih-bersih di rumah. Setelah itu ada jadwal yang sudah diagendakan sebelumnya; pertemuan dengan salah satu pimpinan yang sudah tidak aktif lagi di organisasi. Namun sebelumnya harus briefing dulu dengan kawan-kawan lain diRead More →

Suasana di ruang rapat masih sedikit ramai. Pak Fredi, Ketua Serikat, berniat membacakan poin-poin keputusan rapat. Dengan suara sedikit berat berwibawa, dia membaca beberapa keputusan: 1. Sumber keuangan yang utama adalah iuran dari anggota. 2. Pengurus tidak boleh menerima pemberian dari pihak lain semisal HRD atau Apindo atau pengacara perusahaan. 3. Pengurus harus menjaga nama baik organisasi dengan tidak korupsi, memakai uang iuran untuk urusan pribadi atau meminjam uang kepada anggota. Sesudah keputusan dibacakan, Pak Fredi bertanya,” Baiklah, sebelum rapat kita tutup apakah ada pertanyaan atau tambahan?” Dari sudut meja, Komar mengacungkan tangan meminta izin bicara. Setelah dipersilakan, dia berkata. “Bulan ini pengeluaran keluarga sayaRead More →

  Saat seluruh umat muslim menjalankan ibadah puasa di bulan ramadhan, saat itu pula seluruh disibukkan dengan persiapan-persiapan  menjelang Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran. Tentu saja itu semua terjadi di tengah kenaikan harga-harga sembako dan bahan bakar minyak. Kenaikan harga yang selalu melambung tinggi setiap menjelang Lebaran, seakan tak mau ketinggalan. Seolah-olah mereka itu sudah satu paket. Semua orang sibuk mengejar target untuk memenuhi semua keperluan, seperti beli baju baru, beli tiket mudik, dan lain-lain. Bahkan, tiket kereta sudah dijual sejak beberapa bulan sebelum lebaran. Begitu pula dengan diriku. Aku yang baru tiga bulan melangsungkan pernikahan pun jadi ikut terseret. Di tengah penyesuaian, normalilsasiRead More →

Di Sukabumi, Irfan tidak diperpanjang kontrak kerjanya karena sedang berusaha mendirikan serikat buruh. Ahmadi Suandi tidak diperpanjang kontrak kerjanya akibat protes pada sikap atasan yang sering berkata kasar. Sumiarti tidak diperpanjang kontrak akibat mempertanyakan hak cuti melahirkan. Dan masih banyak lagi nama-nama lainnya. Secara “resmi” perusahaan menyatakan bahwa yang bersangkutan tidak diperpanjang lagi kontraknya karena berkurangnya pekerjaan yang ada. Meski faktanya kemudian perusahaan merekrut lagi orang baru untuk meggantikan mereka. Sehingga alasan berkurangnya pekerjaan sulit diterima akal bahkan dapat dikatakan tidak benar adanya. Bahkan mayoritas nama-nama di atas tercatat memiliki kondite kerja yang baik. Dan secara “resmi” pula, isi paragraf pertama di atas adalah tuduhanRead More →