Nuzul Ni’mah     Nebeng ke Jakarta Mencari kakak Awal tahun 1996 aku pergi ke Jakarta. Semula bukan untuk mencari pekerjaan, melainkan mencari kakak kandung semata wayang, Akhadi, yang terpisah saat aku kelas dua SD. Kami terpisah sejak kecil karena suatu hal dalam liku perjalanan hidup. Tepatnya karena kondisi keluarga. Selama berpisah hampir sepuluh tahun, kakak hanya mengirim surat sekali, dan aku sudah berkali-kali menjawabnya tapi tidak pernah ada balasan. Sewaktu mengingat pelajaran sekolah tentang cara membuat surat dan cara mengirimnya kantor pos, aku yakin surat-suratku pasti sampai ke kakak. Tapi kenapa tidak pernah dibalas? Aku merasa kehilangan jejaknya, sehingga aku nekat pergi ke Jakarta bersamaRead More →

  Abu Mufakhir Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) adalah suatu proyek paling lengkap dari integrasi ASEAN. Tahapannya sudah berlangsung sejak 13 tahun lalu, dan akan berlaku di penghujung tahun ini. Sebagai proyek liberalisasi perdagangan, praktiknya sudah lama berjalan. Karenanya deklarasi MEA lebih mencerminkan upaya pelembagaan dan ratifikasi atas praktik-praktik sebelumnya. Salahsatu konsekuensinya adalah semakin lepasnya kendali negara atas kapital, dan semakin diarahkannya kendali negara atas buruh. Pertanyaan yang kemudian menjadi semakin sering diajukan adalah: apa sebenarnya maksud dari integrasi tersebut, untuk kepentingan siapa dan bagaimana? Tulisan ini ingin mendiskusikan persoalan integrasi tersebut melalui kacamata perburuhan, dengan mengajukan pertanyaan: seiring dengan integrasi ASEAN, apa yang secara strukturalRead More →

“Pernyataan Pers ini dilakukan pada tanggal 10 Desember 2015” Walaupun sejenak saya mungkin tidak dapat bersama-sama kalian, saya akan terus berjuang, sampai kita dapat menghentikan kebijakan perburuhan yang merugikan kaum buruh. *** Pertama, izinkan saya untuk mengucapkan terimakasih kepada Ordo Joggye, bhiksu Joggye, dan seluruh pengikutnya yang telah mengalami ketidaknyamanan dan kesulitan yang besar selama 25 hari terakhir, ketika 20 juta nasib buruh Korea Selatan beristirahat dalam pelukan rahmat Buddha. Saya secara khusus sangat berterima kasih kepada Ordo Joggye dan Kuil Joggye, atas komitmen mereka untuk berjuang bersama kami agar dapat menghentikan kebijakan pemerintah yang merugikan kaum buruh, dimana kelangsungan hidup 20 juta buruh Korea SelatanRead More →

Khamid Istakhori   KURANGI JAM KERJA 10 % SAJA! Pernyataan bahwa selalu ada yang pertama, ada benarnya. Demikian juga dalam ber-May Day. Saya –sebagaimana pernah saya tulis sebelumya- mengalami May Day pertama tahun 2001 bersama Komite Aksi Satu Mei, tahun 2001. Tahun yang penuh tantangan, dimana pembicaraannya masih berkutat pada satu mimpi : 1 Mei hari libur. Kini, tahun 2015, adalah bukti mimpi itu menjadi kenyataan. 1 Mei sebagai hari libur nasional, memasuki tahun ke-2. Susilo Bambang Yudhoyono, Presiden nan romantis itu menandatangani sebuah keputusan untuk menjadikan 1 Mei sebagai hari libur nasional pada 2013, dan baru berlaku tahun berikutnya. Sebagian orang pada waktu ituRead More →

  “Hari ini, bersama ribuan kawan kami, kami bergerak mengacungkan kepal tangan kami.  Tidak mewakili siapapun, tetapi mewakili diri kami. Kami tidak akan pernah tunduk dengan siapapun termasuk juga kalian. Kepada kalian,  pemodal yang angkuh, Kami hanya butuh menyatakan: kami tak akan berhenti melawan kalian. Kemarin, hari ini, dan esok!” (Orasi Ahmad Rospeli, Pengurus SPSI PT Pindo Deli Karawang – dalam aksi May Day 2001 di depan Menara BII, pusat kekuasaan Sinar Mas Group) Aku  masih mengingat dengan jelas orasi itu. Dilantangkan dari kerongkongan kecil seorang buruh pabrik kertas Pindo Deli Karawang. Waktu itu, kami bersepuluh, dari Karawang. Naik bus pagi-pagi dengan ongkos hasil patungan.Read More →