Oleh, Lami   Namaku Lami, bahasa Jawanya lama. Kata ibuku, aku diberi nama Lami karena lahirannya lama. Kalau kata kakekku arti nama Lami karena lama ditinggal bapaknya. Aku enam bersaudara, dari satu ibu lain bapak. Aku anak pertama. Ketika umurku tiga bulan, bapakku meninggal. Aku umur satu tahun ibuku dinikahkan oleh kakekku dengan bujang tetangga. Sejak itu aku mulai diasuh nenekku. Untuk bertahan hidup, sejak umur tiga tahun aku sudah ikut nenekku jadi buruh petik kapas di ladang orang. Masih ingat di benakku saat terik matahari aku disuruh berteduh di bawah pohon sukun, saat lapar makan sukun bakar. Saat aku mulai mengerti, aku mulai membantu nenekku.Read More →

Syarif Arifin     Media massa komersial mewartakan kasus perburuhan, mengenai buruh ‘meracuni’ teman sekerjanya. Noviana Wulandari harus dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah Koja setelah menenggak air minum yang telah dicampuri tiner oleh Ayu Lestari. Kejadiannya pada 3 Februari 2016. Kemudian ramai diberitakan pada 4 Februari 2016. Akibat tindakan tersebut, Ayu akan dijerat Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan. Laman berita, detik.com 4 Februari 2016 pukul 18:36 WIB menurunkan judul,  Ayu Lestari Dicokok Polisi karena Racuni Temannya Pakai Thiner. Kamus besar bahasa Indonesia menyebutkan, ‘cokok’ berarti ditangkap. Kata tersebut digunakan untuk hewan. Misalnya, mencokok ayam atau ikan. Media massa milik Chairul Tanjung di bawah payungRead More →

Nuzul Ni’mah     Bertahan dalam Proses PHK yang sangat Panjang dan Mulai mengenal Organisasi Di kontrakan mbak Atik yang berlokasi di Jembatan Baru, Cengkareng, kami berempat kumpul dan diskusi sampai larut malam. Setelah putus hubungan dari SPSI, kami merasa binggung mau melangkah ke mana. Nunung bercerita kalau pacarnya, Asep, merupakan anggota dari salah satu serikat buruh di Tangerang. Hanya Nunung belum tahu apa nama serikatnya. Mereka kerap mengadakan pertemuan rutin (semacam pendampingan) di Kapuk setiap malam Selasa. Nunung menawarkan kami untuk menemui mereka supaya bisa ngobrol-ngobrol dahulu sebelum memutuskan langkah selanjutnya yang diambil. Mbak Atik juga bercerita tentang kenalannya yang menjadi hakim pengadilan negeriRead More →

Nuzul Ni’mah     Nebeng ke Jakarta Mencari kakak Awal tahun 1996 aku pergi ke Jakarta. Semula bukan untuk mencari pekerjaan, melainkan mencari kakak kandung semata wayang, Akhadi, yang terpisah saat aku kelas dua SD. Kami terpisah sejak kecil karena suatu hal dalam liku perjalanan hidup. Tepatnya karena kondisi keluarga. Selama berpisah hampir sepuluh tahun, kakak hanya mengirim surat sekali, dan aku sudah berkali-kali menjawabnya tapi tidak pernah ada balasan. Sewaktu mengingat pelajaran sekolah tentang cara membuat surat dan cara mengirimnya kantor pos, aku yakin surat-suratku pasti sampai ke kakak. Tapi kenapa tidak pernah dibalas? Aku merasa kehilangan jejaknya, sehingga aku nekat pergi ke Jakarta bersamaRead More →

  Abu Mufakhir Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) adalah suatu proyek paling lengkap dari integrasi ASEAN. Tahapannya sudah berlangsung sejak 13 tahun lalu, dan akan berlaku di penghujung tahun ini. Sebagai proyek liberalisasi perdagangan, praktiknya sudah lama berjalan. Karenanya deklarasi MEA lebih mencerminkan upaya pelembagaan dan ratifikasi atas praktik-praktik sebelumnya. Salahsatu konsekuensinya adalah semakin lepasnya kendali negara atas kapital, dan semakin diarahkannya kendali negara atas buruh. Pertanyaan yang kemudian menjadi semakin sering diajukan adalah: apa sebenarnya maksud dari integrasi tersebut, untuk kepentingan siapa dan bagaimana? Tulisan ini ingin mendiskusikan persoalan integrasi tersebut melalui kacamata perburuhan, dengan mengajukan pertanyaan: seiring dengan integrasi ASEAN, apa yang secara strukturalRead More →