Reading Time: 4 minutes Melalui surat edaran nomor B.122/M.NAKER/PHIJSK-KKHI/IV/2017 tertanggal 11 April 2017, Menteri Ketenagakerjaan RI, M. Hanif Dhakiri mengeluarkan surat edaran berkaitan dengan Pelaksanaan May day 2017. Surat yang ditujukan kepada para Gubernur tersebut pada intinya berisi himbauan agar May Day 2017 dilaksanakan dengan suasana kekeluargaan, aman dan harmonis. Selain lintas Kementrian, Surat ini juga ditembuskan ke beberapa institusi lain seperti Kapolri dan Badan Inteljen Negara (BIN). Ini bukan pertama kalinya, pemerintah menerbitkan surat serupa setiap kali menjelang aksi besar May Day atau aksi lain yang dianggap akan mengganggu penerapan kebijakan kepentingan pemerintah dalam semua sektor, terutama perburuhan. Corak sebenarnya masih sama persis dengan cara-cara rezim otoritarianisme OrdeRead More →

Reading Time: 3 minutes Khamid Istakhori Sabtu yang hujan sejak pagi, saya ingin menuliskan beberapa catatan. Catatan ini berkaitan dengan kongres yang ke-3 FSP (Federasi Serikat Pekerja) Media Independen yang digelar di Jakarta hari ini, (29/10/2016). Memulai tulisan ini, saya mengenang May Day pertama yang saya ikuti, sebuah May Day di Lapangan Monas tahun 2001. Bayangkan, seperti apa May Day kala itu sebab Dita Indah Sari, Staff Menteri Ketenagakerjaan hari ini adalah salah satu orator yang tegas menyatakan, Tolak Upah Murah! Sekarang, dia adalah bagian dari rezim upah murah. Kala itu, saya naik kereta dari Karawang dan sampai di lokasi kepagian. Bersama beberapa kawan dari Pindo Deli yang sedangRead More →

Reading Time: 4 minutes Khamid Istakhori     Besok akan May Day, dan ini adalah May Day ke-16 sepanjang hidupku. Setelah May Day pertama di tahun 2001 bersama Komite Aksi Satu Mei 2001, maka perjalanan memperingati May Day seperti naik angkot di pinggiran kota Jakarta: kadang ngebut, kadang lambat dan bahkan ngetem di prapatan jalan. Namaku Khamid Istakhori. Bekerja berganti-ganti pabrik. Sejak saat itu juga “mengenal serikat” dengan berbagai warna, ritme dan aroma. Ceritanya, masih sama kayak angkot Jakarta. Jatuh bangun bekerja di pabrik, di PHK, demikian pula serikat yang ku ikuti. Tahun 1995 aku lulus STM Pembangunan di Temanggung,  jurusan Teknologi Hasil Pertanian. Ini STM hebat, sebab diRead More →

Reading Time: 6 minutes Oleh, Nonon Cemplon   Anakku, empat tahun lalu Ibu adalah buruh pabrik. Ah, pasti kamu tidak mengerti apa itu buruh pabrik. Tidak apa-apa. Kelak kamu akan tahu. Dulu, Ibu bangun tidur jam setengah lima pagi. Kadang lebih pagi dari itu. Padahal, kata orang, itulah jam-jam yang paling nikmat menarik selimut. Di saat orang lain lelap, Ibu sudah berbenah, mandi, memasak, dan memastikan rumah dalam keadaan beres. Jam 6 pagi Ibu berangkat ke pabrik, setelah Ibu mengantarkan kamu ke rumah Bude. Bude-lah yang mengasuh kamu ketika Ibu bekerja di pabrik. Kamu tahu Nak, di pabrik Ibu harus menjahit sepatu. Setiap jam harus menjahit 180 pasang sepatu. IbuRead More →