Reading Time: 11 minutes Jenny Suziani dan Syarif Arifin   Pengantar Undang-Undang Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial (UU PPHI) Nomor 2 Tahun 2004 disahkan pada 14 Januari 2004. UU PPHI mengamanatkan pembentukan pengadilan khusus hubungan industrial yang berada di peradilan umum. Pengadilan khusus tersebut berwenang memeriksa, mengadili, dan memberi putusan terhadap perselisihan hubungan industrial. Perselisihan yang dimaksud adalah: Perselisihan hak, perselisihan kepentingan, perselisihan pemutusan hubungan kerja (PHK), dan perselisihan serikat pekerja/serikat buruh. Tata beracaranya merujuk pada hukum acara perdata yang juga berlaku di peradilan umum. UU PPHI keluar atas perintah Pasal 136 Ayat 2 Undang-Undang Nomor 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan dan mencabut UU Nomor 22 Tahun 1957 tentang PenyelesaianRead More →

Reading Time: 9 minutes Abu Mufakhir   Jumisih sering murung ketika hari Imlek datang. Sebabnya, tiga belas tahun yang lalu pabrik tempatnya bekerja, PT Elaine, milik investor asal Taiwan, yang memproduksi gaun pengantin tiba-tiba tutup. Awalnya perusahaan memberikan libur selama sembilan hari dengan alasan perayaan Imlek. Pada hari kesepuluh, saat hendak masuk kerja pabrik masih dalam keadaan terkunci. Ternyata pemilik PT Elaine sudah pergi tanpa kabar. Sejak itu secara bergantian, Jumisih dan kawan-kawannya menduduki pabrik selama dua bulan penuh untuk menjaga aset yang tersisa; dan selama dua tahun berusaha mendapatkan hak pesangon melalui jalur hukum. Aset perusahaan yang tersisa akhirnya hanya dihargai sebesar Rp 400 juta rupiah, dan harusRead More →

Reading Time: 9 minutes Delegasi-delegasi serikat buruh tidak terlalu senang mendapati rekomendasi Konferensi Internasional Perburuhan Organisasi Perburuhan Internasional (ILC ILO) ke-105. Konferensi tidak berhasil merekomendasikan standar perburuhan internasional yang mengikat secara hukum praktik rantai pasokan global. Tahun ini ILC berlangsung dari 30 Mei hingga 10 Juni 2016 di Jenewa Swiss. Dihadiri lebih dari lima ribu orang delegasi dari 187 negara anggota ILO. Dengan tema Membangun Masa Depan dengan Kerja Layak, ILC mendiskusikan empat topik. Yaitu, Kerja layak dalam Rantai Pasokan Global, Pelaksanaan Standar Inti Perburuhan Internasional, Revisi Konvensi Buruh Maritim, dan Deklarasi untuk Keadilan Sosial. Di luar itu ada pula topik diskusi umum tentang situasi buruh di Jazirah Arab,Read More →

Reading Time: 3 minutes Bambang Dahana   Kawan saya, Wati (jangan percaya ini nama sebenarnya) bekerja di sebuah pabrik sepatu di Tangerang. Awal 2012, Wati mengumpulkan teman-temannya dan berencana membikin serikat buruh tingkat pabrik. Manajemen mengendus rencana Wati. Wati segera dipanggil untuk diajak bicara. Manajemen, alias juru bicara pengusaha, berkata kira-kira begini: “Wati, kamu jangan bergabung dengan serikat yang itu. Sebaiknya serikat yang ini saja.” “Kenapa begitu, pak?” “Soalnya serikat yang itu berpolitik. Kalau serikat yang ini tidak berpolitik.” Bagi saya cerita di atas amat luar biasa berharga, karena mengajarkan dua hal. Pertama, umumnya pengusaha rupanya memang hebat dan pintar. Mereka mampu mengendus dan tahu betul serikat buruh manaRead More →