Reading Time: 8 minutes Azhar Irfansyah Beraktivitas di Lembaga Informasi Perburuhan Sedane (LIPS) Pada suatu malam, saat tengah dipukuli suaminya, Sri mengancam akan pergi dari rumah. “Satu langkah kamu keluar dari pagar rumah, maka kamu menjadi perempuan nusyuz!” ancam suami Sri. Istilah nusyuz  dapat ditemukan dalam Al-Qur’an, surat Annisa ayat 34. Istilah ini sering ditafsirkan sebagai “sombong”, “arogansi”, “meninggikan diri sendiri”, atau “durhaka”. Sri tidak surut mendengar ancaman berbobot dalil dari suaminya. Apalagi baju-bajunya sudah dilempar keluar. Ia pun pergi meninggalkan suaminya yang ringan tangan dan bermalam di sekretariat Federasi Buruh Lintas Pabrik (FBLP), di mana kawan-kawannya sesama buruh menyambut dengan hangat. Mulai malam itu Sri menjadikan sekretariat sebagaiRead More →

Reading Time: 18 minutes Syarif Arifin Beraktivitas di Lembaga Informasi Perburuhan Sedane (LIPS) Pengantar[1] “Selama tiga tahun, sebagai buruh kontrak, saya selalu shift malam. Sebulan dibayar sesuai UMK dan didaftarkan ke Jamsostek. Tidak ada tunjangan lagi. Jika order sedang tinggi semua buruh diwajibkan lembur. Per jam dibayar hanya dibayar Rp 15 ribu. Lembur mati. Sebagian besar buruh adalah perempuan. Gak ada cuti haid. Perempuan kena shift malam, tapi gak dapat jemputan. Sehingga sering dengar perempuan kena rampok ketika pulang kerja malam.”  (Abdi, buruh pembuat pakaian untuk Walmart di  PT Ghim Li Indonesia, November 2014) Walmart adalah sebuah toko yang berpusat di Amerika Serikat. Dengan slogan everyday low price, perusahaanRead More →

Reading Time: 12 minutes Abstrak Tulisan ini mendeskripsikan mengenai peringatan May Day di Indonesia sejak pra-Kemerdekaan hingga ditetapkannya kembali 1 Mei sebagai hari libur nasional, pada 2013. Selain memperlihatkan watak internasionalisme gerakan buruh, 1 Mei menjadi ajang penting mengekspresikan berbagai persoalan perburuhan. Dalam konteks itu pelarangan 1 Mei di zaman Soeharto, meski pada masa Kemerdekaan 1 Mei menjadi hari raya besar bagi masyarakat umum, merupakan upaya menghapus jejak metode perlawanan buruh dan menundukkan buruh dalam skema pelipatgandaan keuntungan. Tulisan ini memperlihatkan pula mengenai perbedaan penting mengenai pengakuan 1 Mei di masa Kemerdekaan dan di Era Reformasi. Dengan menguatnya rezim pasar kerja fleksibel, perlu memikirkan strategi-strategi yang lebih efektif untukRead More →

Reading Time: 3 minutes Oleh, Abu Mufakhir   Seminggu lagi kita akan memperingati hari buruh internasional. Tahun ini, untuk ketiga kalinya May Day menjadi  hari libur nasional. Di banyak negara, May Day menjadi satu-satunya hari libur nasional yang tidak ada sangkut pautnya dengan peringatan hari besar keagamaan atau kenegaraan. May Day diperingati oleh kelas pekerja dengan agama dan kewarganegaraan apapun. May Day tahun lalu, salah satu pejuang buruh terbaik, Sebastian Manuputi, melakukan bunuh diri sebagai sikap politik. Kawan Sebastian adalah wakil dari generasi pejuang buruh yang lahir saat perlawanan buruh di Bekasi sedang menguat, pada masa grebek pabrik berlangsung dengan heroik selama tujuh bulan. Ia adalah bagian dari generasi mudaRead More →