Reading Time: 9 minutes Delegasi-delegasi serikat buruh tidak terlalu senang mendapati rekomendasi Konferensi Internasional Perburuhan Organisasi Perburuhan Internasional (ILC ILO) ke-105. Konferensi tidak berhasil merekomendasikan standar perburuhan internasional yang mengikat secara hukum praktik rantai pasokan global. Tahun ini ILC berlangsung dari 30 Mei hingga 10 Juni 2016 di Jenewa Swiss. Dihadiri lebih dari lima ribu orang delegasi dari 187 negara anggota ILO. Dengan tema Membangun Masa Depan dengan Kerja Layak, ILC mendiskusikan empat topik. Yaitu, Kerja layak dalam Rantai Pasokan Global, Pelaksanaan Standar Inti Perburuhan Internasional, Revisi Konvensi Buruh Maritim, dan Deklarasi untuk Keadilan Sosial. Di luar itu ada pula topik diskusi umum tentang situasi buruh di Jazirah Arab,Read More →

Reading Time: 3 minutes Bambang Dahana   Kawan saya, Wati (jangan percaya ini nama sebenarnya) bekerja di sebuah pabrik sepatu di Tangerang. Awal 2012, Wati mengumpulkan teman-temannya dan berencana membikin serikat buruh tingkat pabrik. Manajemen mengendus rencana Wati. Wati segera dipanggil untuk diajak bicara. Manajemen, alias juru bicara pengusaha, berkata kira-kira begini: “Wati, kamu jangan bergabung dengan serikat yang itu. Sebaiknya serikat yang ini saja.” “Kenapa begitu, pak?” “Soalnya serikat yang itu berpolitik. Kalau serikat yang ini tidak berpolitik.” Bagi saya cerita di atas amat luar biasa berharga, karena mengajarkan dua hal. Pertama, umumnya pengusaha rupanya memang hebat dan pintar. Mereka mampu mengendus dan tahu betul serikat buruh manaRead More →

Reading Time: 9 minutes James Petras     Swakelola buruh (worker self-management disingkat WSM) muncul kembali sebagai sebuah gerakan utama di Argentina, khususnya pada tahun ini dengan lebih dari 200 pabrik diorganisir dan dikontrol oleh buruh-buruhnya, dan adanya koordinasi bersama tingkat nasional dari perusahaan-perusahaan yang dikelola sendiri dan sedang berada dalam proses pengorganisiran. Dalam sejarah, WSM telah menjadi inti proyek sosialis, sejak pernyataan terkenal Karl Marx bahwa “pembebasan kaum buruh hanya bisa dicapai oleh kaum buruh itu sendiri.” Ini berarti WSM sebagai jalan menuju sosialisme bertentangan dengan sentralisme birokratik bekas Uni Soviet dan sistem manajemen kapitalis yang hierarkis. Esai ini akan meninjau secara singkat potensi WSM yang sangat besarRead More →

Reading Time: 9 minutes Dina Septi Utami Beraktivitas di Lembaga Informasi Perburuhan Sedane (LIPS) Pendahuluan Tulisan ini akan merefleksikan hasil belajar tentang buruh borongan sebagai sebuah sistem yang diterapkan di pabrik di BIIE (Bekasi International Industrial Estate) di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat; kondisi kerja yang diakibatkan oleh sistem tersebut dan perlawanan buruh terhadap sistem tersebut. Sistem buruh borongan yang diterapkan di pabrik ini adalah sebuah implementasi piece-rate system yang khusus dan cukup aneh yang menempatkan buruh dalam situasi yang sangat mengenaskan. Pertanyaan yang akan dijawab dalam tulisan ini adalah apa itu sistem buruh borongan? Dan bagaimana ia diterapkan? Bagaimana kondisi kerja yang diakibatkannya dan bagaimana buruh melawannya? Tulisan iniRead More →