Reading Time: 9 minutes Alghiffari Aqsa Dunia sedang menghadapi Revolusi Industri 4.0 dengan berbagai optimisme dan kegamangannya. Tidak mau tertinggal, Indonesia juga mengikuti jejak serupa. Berbagai kebijakan dan program politik diciptakan untuk menyongsong Revolusi Industri 4.0. Muncul pendapat kritis dari berbagai serikat buruh bahwa Revolusi Industri 4.0 justru akan mengancam buruh di Indonesia. Kemudian muncul pertanyaan sesiap apa Indonesia menghadapi Revolusi 4.0. Istilah Revolusi Industri 4.0 muncul pertama kali dalam World Economic Forum untuk menandakan bahwa dunia telah memasuki fase baru dalam industri, menggantikan Revolusi Industri Ketiga. Dalam sejarahnya Revolusi Industri Pertama dimulai dengan adanya penemuan mesin uap dan mesin manufaktur pada abad 18. Kemudian Revolusi Industri Kedua ditandaiRead More →

Reading Time: 5 minutes Presiden Korea Selatan (Korsel) Moon Jae-in melalui Wakil Juru Bicaranya, Ko Min-jung, meminta diadakan penyelidikan khusus terhadap pengusaha asal Korea Selatan di Indonesia yang kabur dan tidak membayar upah buruhnya. Moon pun meminta agar dilakukan kerjasama dengan Pemerintah Indonesia di bawah perjanjian ekstradisi untuk menindak para pengusaha Korsel yang melanggar hak perburuhan. Tidak hanya itu, Moon pun menginstruksikan agar dilakukan penyelidikan terhadap seluruh perusahaan Korsel di Indonesia agar kejadian yang sama tidak terulang. Demikian dikabarkan The Korea Times dan The Korea Herald (10 Maret 2019). Instruksi Presiden Korea Selatan selang dua hari setelah media daring berbahasa Korea Hankookilbo dan SBS News memberitakan tentang perusahaan garmenRead More →

Reading Time: 3 minutes Satu rangkaian diskusi menarik telah dipetik oleh Syarif Arifin, yang kemudian ditanggapi oleh Indrasari Tjandraningsih, dan terakhir oleh Abu Mufakhir. Artikel-artikel sebelumnya dapat dilihat di sini: Pemilu Sementara, Rasisme Abadi: Politik Rasisme di Serikat Buruh, Politik Rasisme di Serikat Buruh?: Sebuah Tawaran untuk Cara Pandang Lain, dan ‘Asing-Aseng’, ‘Cina-Illegal-Unskilled’, dan ‘Chinese-Heigong’. Tanpa perlu panjang lebar mengulas kembali intisari tulisan mereka, tulisan ini hendak ikut rembug dengan menawarkan satu sudut pandang. Yakni, bagaimana hukum melihat sentimen primordial, sebagaimana direkam dalam beberapa putusan pengadilan/Mahkamah Agung. 1. Putusan MA no. 234 K/ TUN/ 2006 Putusan ini menyangkut kasus PHK buruh Syarifuddin dan rekan-rekannya di PT Usaha Timor (diRead More →

Reading Time: 9 minutes Beberapa hari lalu Majalah Sedane menerbitkan dua tulisan yang penting untuk kita diskusikan bersama. Tulisan pertama ditulis oleh Syarif Arifin, berjudul “Pemilu Sementara, Rasisme Abadi: Politik Rasisme di Serikat Buruh”. Tulisan ini menyajikan detail yang penting tentang bagaimana perawatan narasi kebencian rasial berlangsung dan keberterimaan serikat buruh terhadap isu tersebut. Tulisan kedua yang berjudul “Politik Rasisme di Serikat Buruh?: Sebuah Tawaran untuk Cara Pandang Lain”, ditulis oleh Indrasari Tjandraningsih, merupakan respon yang lugas dengan mempertanyakan beberapa argumen dari tulisan pertama. Kedua tulisan itu penting untuk terus kita diskusikan setidaknya karena dua alasan: pertama karena membahas salah satu persoalan paling panjang dan prinsip dalam sejarah gerakanRead More →