Pengantar[1] Hak cuti haid diatur dalam Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan (UU Ketenagakerjaan). Pasal 81 menyatakan: (1) Pekerja/buruh perempuan yang dalam masa haid merasakan sakit dan memberitahukan kepada pengusaha, tidak wajib bekerja pada hari pertama dan kedua pada waktu haid. (2) Pelaksanaan ketentuan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) diatur dalam perjanjian kerja, peraturan perusahaan, atau perjanjian kerja bersama.[2] Umum diketahui, meski sudah diakui dalam peraturan perundangan, tidak mudah mendapatkan hak cuti haid. Perempuan dipaksa untuk memperlihatkan surat keterangan dokter atau dipaksa memperlihatkan pembalutnya bahwa dirinya haid dan jenis-jenis pemeriksaan lainnya. Umum  diketahui pula, jika perempuan mengambil hak cuti haid, akan dituduh memanfaatkannya masaRead More →

Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali membuat ramai berita media massa. Kali ini Jokowi berpenampilan nyentrik, menggunakan kaos lengan panjang dan sepatu casual merah maroon saat peresmian Kereta Bandara Soekarno-Hatta, pada 2 Januari 2018. Pakaian demikian di luar kebiasaan, untuk kegiatan pejabat negara, yang biasa menggunakan stelan jas, kemeja atau batik serba resmi alih-alih kaku. Yang mencolok dari penampilan Jokowi adalah sepatunya. Para jurnalis pun menelusuri merek sepatu yang dipakai Jokowi. Ternyata, sepatu yang dikenakan Jokowi bermerek Nike dari jenis Roshe One. Sepatu tersebut diperkirakan harganya Rp 1 juta per pasang (Detik Online, 2/1/2018). Ini bukan kali pertama Jokowi tampil dengan sneakers Nike saat acara kenegaraan.Read More →

Potret Keluarga Petani-Pekerja Migran Suatu pagi di bulan Maret (2015) Bainem pergi ke kontrak[1] untuk mengambil pisang yang ia tanam di atas lahan seluas 500 m2 , letaknya berada di kawasan hutan pinus di Desa Kumejing Kecamatan Wadaslintang Kabupaten Wonosobo. Pagi itu Bainem menebang satu pohon pisang raja emas yang sudah masak. Ada sekitar 40 buah pisang dalam satu tandan. Menurut Bainem harga pisang satu tandan itu jika dijual langsung ke bakul hanya dihargai Rp 10 ribu. Jika diolah terlebih dahulu menjadi pisang goreng akan dihargai Rp 1000 untuk satu potongnya. Jika harga satu potong pisang goreng Rp 1000 maka dalam satu tandan Bainem bisaRead More →

Pada Kamis pagi 26 Oktober 2017, terjadi tragedi ledakan di sebuah gudang yang menyimpan kembang api dan petasan milik PT Panca Buana Cahyadi. Perusahaan yang berlokasi di Kompleks Pergudangan 99, Jalan Salembaran Jati, Desa Cengklong, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang, kini menjadi perbincangan hangat dan ramai diberitakan oleh banyak media baik basis online maupun elektronik. Peristiwa tersebut menewaskan 43 orang buruh, dari total sekitar 103 buruh yang mengadukan nasibnya di perusahaan pembuat kembang api tersebut. Meledaknya gudang hingga memakan korban jiwa tentu sangat memilukan, menyimpan duka yang mendalam, terutama untuk keluarga korban yang ditinggalkan. Dalam tragedi tersebut kita bisa melihat bahwasanya hak-hak buruh masih dikesampingkan, mengingat banyaknya korbanRead More →

-Merefleksi 13 tahun kematian Cak Munir- “Cak, kita ini hidup dalam situasi yang gawat. Melawan rezim tentara. Hidup kita setiap saat terancam oleh peluru. Pertanyaannya, siapa yang akan lebih dulu mati?” kenang Mas Bianto, pegiat buruh dari Surabaya, menirukan obrolannya[1] dengan Cak Munir pada puncak kekuasaan Orde Baru, sekitar 1993. Dengan berseloroh, Cak Munir menjawab, “Aku dhisik rapapa, Mas.” Artinya, ‘Aku duluan tidak apa-apa.’ Rasanya, selorohan itu menjadi sebuah penanda kesadaran bahwa semua punya risiko dibunuh. Entah siapa yang akan mengalami duluan. Sebelas tahun sesudah obrolan itu, Cak Munir pergi meninggalkan kita. Dialog tersebut muncul di tengah advokasi akan kematian Marsinah pada 1993. Mas Bi,Read More →