“Demokrasi politik saja, belum menyelamatkan rakyat. Bahkan di negeri-negeri seperti Inggris, Nederland, Perancis, Amerika, demokrasi telah dijalankan, kapitalisme merajalela dan kaum marhaen papa sengsara!” Bung Karno dalam Fikiran Ra’jat 1933. Bung Karno pernah menyinggung demokrasi ekonomi dalam buku Di Bawah Bendera Revolusi. Menurutnya, demokrasi di Indonesia dijalankan bukan hanya bicara tentang demokrasi parlemen atau demokrasi politik yang mengacu ke Barat. Bung Karno memandang bahwa dari demokrasi borjuis ala Barat seperti itu, kaum proletar tetap saja tertindas. Sekalipun buruh bisa masuk ke parlemen, bahkan bisa menjatuhkan menteri, ia tetap saja tertindas di pabrik. Maka demokrasi di Indonesia harus juga digerakan melalui demokrasi ekonomi. Kepentingan politik diRead More →

“8 jam kerja, 8 jam istirahat, 8 jam rekreasi”. Jangan sampai kita lupa. Dari slogan itu terdapat jejak sejarah panjang; keringat bercucuran dan darah yang menetes. Ada martir yang terbunuh dari kalangan buruh. Hingga lahir 1 Mei ini. May Day! May Day, adalah simbol pembebasan, pencapaian, kebangkitan dan kemenangan (satu langkah) buruh sedunia. Salah satunya, keberhasilan buruh memutus rantai penindasan jam kerja yang tak manusiawi dari 20 jam kerja sehari menjadi 8 jam. Tentu saja perjuangan buruh masih panjang. Upah layak, kesetaraan kerja, hingga demokratisasi kepemilikan faktor-faktor produksi adalah agenda jangka panjang yang masih terus menunggu. May Day mesti menjadi perayaan kemenangan sekaligus refleksi perjuanganRead More →

Produksi semen dunia meningkat dari 1,67 milyar ton pada 2000 menjadi 3 milyar ton pada 2010. Negara-negara Asia adalah penghasil utama semen, sebesar 77,1 persen dari total produksi dunia pada 2010. China memproduksi lebih dari setengahnya. Di Asia Tenggara, Indonesia bersama Vietnam dan Thailand berambisi mengejar menjadi pemain utama pemasok semen. Gambar 1: Produksi Semen di Dunia berdasarkan Kawasan (dalam persen) Sejak kapan semen menjadi komoditas? Semen merupakan salah satu industri yang dikaitkan dengan istilah sumber daya alam (SDA). Istilah SDA sendiri tidak benar-benar ‘alamiah’ dan tersedia begitu saja, melainkan suatu konstruksi sosial dan politik. Sebutan SDA bermasalah dan bias kuasa. Ia diciptakan oleh korporasiRead More →

Khamid Istakhori Panggung di Convention Hall Kampus Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Jogjakarta itu tampak terlalu luas, jika hanya diisi oleh tiga lelaki berperawakan kecil. Di atas pangggung seluas 8 x 6 meter itu, suara-suara mereka menggemakan seisi gedung. Mereka adalah Nyonyor yang sepanjang hidupnya Numpang Tenar. Sampai tulisan ini dibuat, ia tak bersedia menyebut nama aslinya. Hanya mau disebut Nyonyor Numpang Tenar, sebagaimana ditulis di profil facebook-nya. Nyonyor berambut gimbal, seperti pemusik legendaris Bob Marley. Ia memang penyuka musik Reggae. Ada pula Ridlo Sorak, bukan pula nama sesuai kartu tanda penduduk. Orang ini pandai bermain musik balada. Ia hampir menghabiskan hari-harinya di metro miniRead More →

April Perlindungan Karena ketidakadilan agraria, ribuan perempuan buruh migran dikirim ke luar negeri. Akibat kehilangan tanah, perempuan buruh dipancung di Arab Saudi. Karena ketimpangan penguasaan tanah, di pabrik-pabrik buruh perempuan diupah murah. Karena tiada lahan, perempuan perkotaan sulit cari air bersih, sulit cari penghidupan. Karena laut ditimbun, perempuan nelayan tak dapat ikan. Karena kesehatan mahal, reproduksi perempuan terancam. Jika perempuan belum bangkit melawan, bertarung dalam dinamika gerakan sosial dan politik, untuk merebut kekuasaan, merebut ruang, merebut sumber-sumber agraria, maka perempuan akan selalu marjinal. Rebutlah sumber-sumber agraria Kelola dengan batin perempuan, dengan cara perempuan dengan konsep perempuan dengan penguasaan perempuan Karena, penguasan sumber agraria oleh perempuanRead More →