“8 jam kerja, 8 jam istirahat, 8 jam rekreasi”. Jangan sampai kita lupa. Dari slogan itu terdapat jejak sejarah panjang; keringat bercucuran dan darah yang menetes. Ada martir yang terbunuh dari kalangan buruh. Hingga lahir 1 Mei ini. May Day! May Day, adalah simbol pembebasan, pencapaian, kebangkitan dan kemenangan (satu langkah) buruh sedunia. Salah satunya, keberhasilan buruh memutus rantai penindasan jam kerja yang tak manusiawi dari 20 jam kerja sehari menjadi 8 jam. Tentu saja perjuangan buruh masih panjang. Upah layak, kesetaraan kerja, hingga demokratisasi kepemilikan faktor-faktor produksi adalah agenda jangka panjang yang masih terus menunggu. May Day mesti menjadi perayaan kemenangan sekaligus refleksi perjuanganRead More →

Produksi semen dunia meningkat dari 1,67 milyar ton pada 2000 menjadi 3 milyar ton pada 2010. Negara-negara Asia adalah penghasil utama semen, sebesar 77,1 persen dari total produksi dunia pada 2010. China memproduksi lebih dari setengahnya. Di Asia Tenggara, Indonesia bersama Vietnam dan Thailand berambisi mengejar menjadi pemain utama pemasok semen. Gambar 1: Produksi Semen di Dunia berdasarkan Kawasan (dalam persen) Sejak kapan semen menjadi komoditas? Semen merupakan salah satu industri yang dikaitkan dengan istilah sumber daya alam (SDA). Istilah SDA sendiri tidak benar-benar ‘alamiah’ dan tersedia begitu saja, melainkan suatu konstruksi sosial dan politik. Sebutan SDA bermasalah dan bias kuasa. Ia diciptakan oleh korporasiRead More →

Khamid Istakhori Panggung di Convention Hall Kampus Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Jogjakarta itu tampak terlalu luas, jika hanya diisi oleh tiga lelaki berperawakan kecil. Di atas pangggung seluas 8 x 6 meter itu, suara-suara mereka menggemakan seisi gedung. Mereka adalah Nyonyor yang sepanjang hidupnya Numpang Tenar. Sampai tulisan ini dibuat, ia tak bersedia menyebut nama aslinya. Hanya mau disebut Nyonyor Numpang Tenar, sebagaimana ditulis di profil facebook-nya. Nyonyor berambut gimbal, seperti pemusik legendaris Bob Marley. Ia memang penyuka musik Reggae. Ada pula Ridlo Sorak, bukan pula nama sesuai kartu tanda penduduk. Orang ini pandai bermain musik balada. Ia hampir menghabiskan hari-harinya di metro miniRead More →

April Perlindungan Karena ketidakadilan agraria, ribuan perempuan buruh migran dikirim ke luar negeri. Akibat kehilangan tanah, perempuan buruh dipancung di Arab Saudi. Karena ketimpangan penguasaan tanah, di pabrik-pabrik buruh perempuan diupah murah. Karena tiada lahan, perempuan perkotaan sulit cari air bersih, sulit cari penghidupan. Karena laut ditimbun, perempuan nelayan tak dapat ikan. Karena kesehatan mahal, reproduksi perempuan terancam. Jika perempuan belum bangkit melawan, bertarung dalam dinamika gerakan sosial dan politik, untuk merebut kekuasaan, merebut ruang, merebut sumber-sumber agraria, maka perempuan akan selalu marjinal. Rebutlah sumber-sumber agraria Kelola dengan batin perempuan, dengan cara perempuan dengan konsep perempuan dengan penguasaan perempuan Karena, penguasan sumber agraria oleh perempuanRead More →

Siaran Pers Serikat Buruh Kesehatan dan Pengobatan Korea (KHMU) 5 November 2016 ○ Pada 5 November 2016 Ketua Yayasan Jeon Tae-il, Lee Soo-ho (mantan Ketua Konfederasi Serikat Buruh Korea/KCTU) mengumumkan Somyot Prueksakasemsuk, narapidana politik karena pandangan-pandangannya, sebagai pemenang anugerah buruh Jeon Tae-il yang ke-24. ○ Anugerah buruh Jeon Tae-il diberikan sejak tahun 1988. Hingga tahun lalu anugerah telah diberikan kepada tujuh individu dan 29 organisasi. Penerima anugerah diusulkan oleh individu dan organisasi buruh, namun keputusan akhir ditentukan oleh juri dari Yayasan Jeon Tae-il. Upacara penyerahan anugerah dilakukan setiap awal November, bertepatan dengan Pawai Buruh Nasional, untuk mengenang semangat perjuangan pahlawan buruh Jeon Tae-il.  ○ AnugerahRead More →