“Siapapun Boleh Gabung!” Begitu tulisan sebuah poster yang minggu kemarin diedarkan oleh sebuah Komite Aksi Hari Perempuan Internasional Bandung Raya. Komite gotong-royong itu berisi tak kurang dari 15 organisasi mahasiswa berbagai universitas. Poster memuat informasi lengkap mengenai pelaksanaan peringatan Hari Perempuan Internasional, dari narahubung sampai tempat dan waktu aksi (depan Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Bandung, pukul 08 pagi – selesai). Kamis pagi, 8 Maret 2018. Cuaca cerah dan bersahabat. Pada waktu yang dijanjikan, tak satu pun rombongan aksi terlihat. Satu-satunya yang datang tepat waktu hanyalah regu petugas pengamanan. Mereka berjaga di depan gerbang Gedung Sate. Menjelang siang, mobil komando bertuliskan KASBI datang dari arah BaratRead More →

Pihak keamanan sudah menyiapkan diri sejak pagi hari sebelum massa berdatangan ke lokasi aksi di Jakarta. Sekitar 3000 orang dikerahkan dari polisi, TNI dan Pemprov DKI Jakarta. Pengamanan terbesar sepertinya dikerahkan untuk berjaga sekitar Istana Negara dan Monas. Selain beberapa kendaraan water canon dan kawat berduri, beberapa orang polisi terlihat berdiri berpasangan di beberapa titik di sekitar Taman Aspirasi, sambil membawa senjata pelontar gas air mata. Perintah dari Kapolda Metro Jaya adalah untuk melayani massa dengan humanis dan persuasif tanpa senjata api.[1] Mungkin pendekatan humanis dan persuasif tersebut diterjemahkan dengan memobilisasi Polisi Wanita (Polwan) dan Korps Wanita Angkatan Darat (Kowad) sebagai bagian dari pasukan pengamanan.Read More →