Pada 21 Januari 2017, sehari setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilantik di Washington D.C, ribuan orang: laki-laki-perempuan, tua-muda, berkulit hitam atau pun putih yang berasal dari beragam organisasi, melakukan long march dari Lincoln Memorial hingga berakhir di Gedung Putih. Aksi itu merupakan respons kepada Trump yang selama masa kampanye seringkali seksis, yang sebenarnya ditujukan ke lawannya politiknya, Hillary Clinton. Selain itu, aksi itu juga mengingatkan bahwa ada koalisi untuk memajukan isu hak-hak perempuan selama masa pemerintahannya. Inilah awal mula Women’s March. Women’s March tidak hanya pada 21 Januari. Menyambut 100 hari pemerintahan Trump, mereka pun melancarkan protes. Tidak hanya di Washington, demonstrasi pun berlangsung diRead More →

Matahari menggelincir di atas gedung Istana Negara, Jakarta. Berbagai organisasi lintas sektor memperingati Hari Perempuan Internasional (HPI). Semua memusatkan aksinya di Istana Negara. Tim pengamanan berlapis aparat keamanan bersiaga dengan kawat berduri mengelilingi Taman Aspirasi. Beberapa orang berseragam loreng tampak hilir-mudik dan berusaha mengajak bicara partisipan aksi yang duduk. Beberapa perempuan berkerudung berjalan-jalan menenteng plastik hitam besar berisi minuman dingin, kopi, rokok dan termos. Setiap yang duduk ditawarinya minuman. HPI telah menjadi salah satu ‘hajatan besar’ dan hari bersama berbagai organisasi sosial. Di hari itu mereka berbaur.  Pemandangan serupa terjadi di Hari Tani Nasional dan Hari Buruh Internasional. Barangkali karena alasan itulah pihak aparat keamananRead More →

7 Maret saya mendapat kabar mengenai rencana peringatan Hari Perempuan Internasional (HPI). Di Jakarta, Hari Perempuan Internasional akan diikuti oleh berbagai organisasi dengan bermacam nama aliansi. Aliansi-aliansi tersebut berangkat dari titik kumpul berbeda dengan waktu yang tidak sama. Semuanya memusatkan aksinya di depan Istana Negara. Saya tiba depan Istana sekitar jam 10 pagi lebih beberapa menit. Hanya terlihat satu mokom dan beberapa peserta demonstrasi yang bersiap bubar. Mereka adalah Komite Perempuan IndustriAll. Setelah itu, datang silih berganti berbagai kelompok lain. Ada pula Solidaritas Perempuan dan Migrant Care, yang terlibat dalam Women’s March Jakarta, kemudian Parade Juang Perempuan Indonesia dan Komite Aksi Bersama IWD 2018. DiRead More →

“Siapapun Boleh Gabung!” Begitu tulisan sebuah poster yang minggu kemarin diedarkan oleh sebuah Komite Aksi Hari Perempuan Internasional Bandung Raya. Komite gotong-royong itu berisi tak kurang dari 15 organisasi mahasiswa berbagai universitas. Poster memuat informasi lengkap mengenai pelaksanaan peringatan Hari Perempuan Internasional, dari narahubung sampai tempat dan waktu aksi (depan Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Bandung, pukul 08 pagi – selesai). Kamis pagi, 8 Maret 2018. Cuaca cerah dan bersahabat. Pada waktu yang dijanjikan, tak satu pun rombongan aksi terlihat. Satu-satunya yang datang tepat waktu hanyalah regu petugas pengamanan. Mereka berjaga di depan gerbang Gedung Sate. Menjelang siang, mobil komando bertuliskan KASBI datang dari arah BaratRead More →

Pihak keamanan sudah menyiapkan diri sejak pagi hari sebelum massa berdatangan ke lokasi aksi di Jakarta. Sekitar 3000 orang dikerahkan dari polisi, TNI dan Pemprov DKI Jakarta. Pengamanan terbesar sepertinya dikerahkan untuk berjaga sekitar Istana Negara dan Monas. Selain beberapa kendaraan water canon dan kawat berduri, beberapa orang polisi terlihat berdiri berpasangan di beberapa titik di sekitar Taman Aspirasi, sambil membawa senjata pelontar gas air mata. Perintah dari Kapolda Metro Jaya adalah untuk melayani massa dengan humanis dan persuasif tanpa senjata api.[1] Mungkin pendekatan humanis dan persuasif tersebut diterjemahkan dengan memobilisasi Polisi Wanita (Polwan) dan Korps Wanita Angkatan Darat (Kowad) sebagai bagian dari pasukan pengamanan.Read More →