Pengantar Aktivis buruh Darwin Mariano sehari-hari bekerja di Workers Assistance Center (WAC), organisasi perburuhan yang kantornya terletak sekitar 30 menit perjalanan darat menuju selatan Manila. WAC mulai dibangun pada 1995 oleh Alm. Pendeta Jose Dizon sebagai layanan sosial di gereja setempat. Di kemudian hari Pendeta Dizon mengubahnya menjadi sebuah organisasi non-pemerintah (ornop) di bidang perburuhan. Sebagian besar buruh yang disentuh program pengorganisasian WAC adalah para buruh pabrik. WAC juga menyediakan bantuan hukum misalnya untuk buruh-buruh yang kena PHK atau menghadapi masalah sejenis itu di tempat kerjanya. Selain itu, mereka menyelenggarakan berbagai program pendidikan, contohnya adalah pendidikan gender untuk buruh-buruh di Kawasan Ekonomi Cavite, diRead More →

Pada 30 Mei hingga 10 Juni 2016, Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) melaksanakan Konferensi Perburuhan Internasional (ILC) ke-105. ILC dihadiri oleh perwakilan serikat buruh, organisasi pengusaha dan perwakilan pemerintah. ILC merupakan mekanisme tertinggi di ILO untuk memberikan arahan program kepada Governing Body ILO. Berdasarkan rekomendasi ILC tersebut Governing Body merumuskan program kerja untuk dilaksanakan oleh Direktur Jenderal ILO yang dibantu oleh kantor-kantor ILO di setiap negara anggotanya. Pada 11 Juni 2016, Majalah Sedane berkesempatan berbincang-bincang dengan salah satu perwakilan serikat buruh Indonesia yang hadir di ILC ILO,  Maria Emeninta. Maria delegasi yang berasal dari Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI).   Apa tema ILC sekarang danRead More →

Majalah Sedane berbincang-bincang dengan salah satu organisator pekerja rumahan, Cecilia Susiloretno dari MWPRI (Mitra Wanita Pekerja Rumahan Indonesia). MWPRI atau disebut pula Homenet Indonesia, merupakan jaringan kerja tingkat nasional yang berlokasi di Jawa Timur. Dalam Konferensi Perburuhan Internasional ke-105, yang berlangsung dari 28 Mei hingga 10 Juni 2016 di Jenewa, bersama SEWA (Self Employment Women Assosiation) India dan WIEGO (Women Informasi Economy: Globalizing and Organizing), MWPRI mengkampanyekan mengenai pentingnya ILO negara mengakui keberadaan pekerja rumahan, agar pekerja rumahan mendapatkan hak-haknya sebagai pekerja. Apa yang dimaksud pekerja rumahan? Sebenarnya, di Indonesia belum ada kesepakatan baik dari kalangan pengusaha maupun pemerintah mengenai definisi pekerja rumahan. Kami merujukRead More →

Pada 16-17 April 2016 KPBI (Konfederasi Perjuangan Buruh Indonesia) menggelar Konferensi Nasional di Padepokan Pencaksilat Taman Mini Indonesia Indah yang merupakan persiapan Kongres I Nasional KPBI. Acara dibuka dengan seminar yang menghadirkan tiga pembicara yaitu: Dewi Kartika, Wakil Sekretaris Jendral Konsorsium Pembaruan Agraria, Rachmi Hertanti Direktur Eksekutif IGJ dan Fahmi Panimbang dari ATNC (Asia Transnational Corportations Monitoring Network). Setelah itu dilanjutkan dengan diskusi yang menyusun road map atau peta jalan menuju Kongres I KPBI. Di kesempatan tersebut tim Majalah Sedane, Azhar Irfansyah, Dina Septi dan Alfian Pelu, berbincang-bincang dengan dua pimpinan KPBI, Ilhamsyah atau Boing dan Michael ‘Oncom’.   Kenapa memilih untuk membangun konfederasi baru?Read More →

FSBK Jatim memilih aksi massa dan jalur pidana untuk memperjuangkan buruh Wawancara bersama Mahfud Zakaria, Sekretaris Jenderal FSBK Jawa Timur   Pengantar   Tjioe Christina Chandra divonis 1 tahun penjara dan denda Rp100 juta oleh Mahkamah Agung pada 24 April 2013. Tjioe Christina Chandra adalah pemilik UD Terang Suara Elektronik, beralamat di Jl. Kalianyar 17 L Bongkaran, Pabean Cantikan Surabaya 60161 Jawa Timur yang mempekerjakan 53 orang. Pengusaha ini diadukan oleh buruh karena membayar upah di bawah upah minimum. Undang-Undang Ketenagakerjaan Nomor 13 Tahun 2003 melarang pengusaha membayar upah lebih dari upah minimum. Pelanggaran atas ketentuan tersebut merupakan tindak pidana kejahatan (Pasal 90 ayat 1Read More →