Beberapa hari belakangan, di media sosial beredar surat edaran tentang May Day 2017. Kepala surat bergambar Garuda, stempel Kementerian Ketenagakerjaan dan tanda tangan Hanif Dhakiri itu ditujukan kepada Gubernur se-Indonesia. Melalui surat tersebut, Hanif Dhakiri berpesan bahwa kegiatan peringatan Hari Buruh Sedunia dilaksanakan dengan kegiatan positif berupa aksi sosial dan dialog, bukan aksi unjuk rasa. Kegiatan tersebut dilakukan oleh Lembaga Kerjasama Tripartit Daerah. Di surat tersebut juga dikatakan bahwa perlunya dialog dengan serikat buruh. Tema dialognya seputar ‘wawasan kebangsaan’, ‘nasionalisme’, ‘cinta tanah air’ serta ‘mengurai isu substantif yang diusung pada May Day’. Seperti tahun-tahun sebelumnya, ‘aksi sosial dan dialog’ wujudnya adalah panggung hiburan, penanaman pohon,Read More →

Melalui surat edaran nomor B.122/M.NAKER/PHIJSK-KKHI/IV/2017 tertanggal 11 April 2017, Menteri Ketenagakerjaan RI, M. Hanif Dhakiri mengeluarkan surat edaran berkaitan dengan Pelaksanaan May day 2017. Surat yang ditujukan kepada para Gubernur tersebut pada intinya berisi himbauan agar May Day 2017 dilaksanakan dengan suasana kekeluargaan, aman dan harmonis. Selain lintas Kementrian, Surat ini juga ditembuskan ke beberapa institusi lain seperti Kapolri dan Badan Inteljen Negara (BIN). Ini bukan pertama kalinya, pemerintah menerbitkan surat serupa setiap kali menjelang aksi besar May Day atau aksi lain yang dianggap akan mengganggu penerapan kebijakan kepentingan pemerintah dalam semua sektor, terutama perburuhan. Corak sebenarnya masih sama persis dengan cara-cara rezim otoritarianisme OrdeRead More →

Pengantar Semenjak runtuhnya Orde Baru di tahun 1998, selama 10 tahun terakhir ini, hari 1 Mei selalu dirayakan dengan penuh semangat. Panji-panji tuntutan diusung. Beragam media massa juga menjadikan perayaan 1 Mei sebagai sajian liputan utama. Ini karena serikat buruh, walau belum menjadi satu kekuatan sosial yang berpengaruh, punya potensi besar dalam menyuarakan kepentingan masyarakat umum. Tuntutan serikat buruh menjadi satu alat ukur keresahan masyarakat mengenai keadilan sosial. Karena itu, perayaan 1 Mei menjadi titik pertautan antara dua hal. Di satu sisi, ia menjadi bentuk sukacita gerakan buruh dalam perayaan pencapaian perjuangannya terdahulu. Di sisi yang lain, ia adalah ekspresi keprihatinan serikat buruh akan beragamRead More →