Reading Time: 7 minutes Dua puluh tahun lalu, Tini melamar kerja melalui seorang kepala desa di Temanggung untuk bisa diberangkatkan ke Tangerang untuk bekerja di pabrik. Itulah pengalaman pertama kali dalam hidupnya. Di Tangerang, ia tinggal di sebuah rumah bersama beberapa buruh perempuan lain dari daerah yang kurang lebih sama. Setelah beberapa bulan, Tini keluar dari rumah itu dan mengontrak tempat tinggal sendiri. Sementara itu bagi perempuan yang tinggal sekitar pabrik di Tangerang, misalnya di sekitar Panarub, tidak ada persyaratan khusus yang diminta oleh perusahaan untuk melamar. Cukup dengan KTP (Kartu Tanda Penduduk). Orang yang tinggal di sekitar pabrik sering diistilahkan, warga lokal. Bahkan, ada cerita di mana perempuanRead More →

Reading Time: 5 minutes Jasad Marsinah tergeletak tak bernyawa di sebuah gubuk pinggir sawah di Dusun Jegong, sekitar 100 meter dari kontrakannya di Desa Siring, Sidoarjo, Jawa Timur. Ini terjadi pada Mei 1993. Lima hari sebelumnya, Marsinah dan kawan-kawannya mogok di tempat kerjanya, PT Catur Putra Surya. Mereka bukan meminta saham, apalagi menguasai pabrik. Tapi menuntut kenaikan upah minimum, cuti haid, cuti hamil, dan hak-hak yang telah diatur dalam peraturan perundangan. Tuntutan Marsinah dan kawan-kawannya dibalas dengan pemecatan di kantor Kodim, bukan oleh lembaga yang berwenang memutus hubungan kerja. Di Medan, pada April 1994, kejadian serupa berlangsung. Ribuan buruh mogok menuntut tunjangan hari raya, kenaikan upah dan kebebasan berserikat.Read More →

Reading Time: 2 minutes Di Sukabumi, Irfan tidak diperpanjang kontrak kerjanya karena sedang berusaha mendirikan serikat buruh. Ahmadi Suandi tidak diperpanjang kontrak kerjanya akibat protes pada sikap atasan yang sering berkata kasar. Sumiarti tidak diperpanjang kontrak akibat mempertanyakan hak cuti melahirkan. Dan masih banyak lagi nama-nama lainnya. Secara “resmi” perusahaan menyatakan bahwa yang bersangkutan tidak diperpanjang lagi kontraknya karena berkurangnya pekerjaan yang ada. Meski faktanya kemudian perusahaan merekrut lagi orang baru untuk meggantikan mereka. Sehingga alasan berkurangnya pekerjaan sulit diterima akal bahkan dapat dikatakan tidak benar adanya. Bahkan mayoritas nama-nama di atas tercatat memiliki kondite kerja yang baik. Dan secara “resmi” pula, isi paragraf pertama di atas adalah tuduhanRead More →

Reading Time: 6 minutes   Pengantar Aktivis buruh Darwin Mariano sehari-hari bekerja di Workers Assistance Center (WAC), organisasi perburuhan yang kantornya terletak sekitar 30 menit perjalanan darat menuju selatan Manila. WAC mulai dibangun pada 1995 oleh Alm. Pendeta Jose Dizon sebagai layanan sosial di gereja setempat. Di kemudian hari Pendeta Dizon mengubahnya menjadi sebuah organisasi non-pemerintah (ornop) di bidang perburuhan. Sebagian besar buruh yang disentuh program pengorganisasian WAC adalah para buruh pabrik. WAC juga menyediakan bantuan hukum misalnya untuk buruh-buruh yang kena PHK atau menghadapi masalah sejenis itu di tempat kerjanya. Selain itu, mereka menyelenggarakan berbagai program pendidikan, contohnya adalah pendidikan gender untuk buruh-buruh di Kawasan Ekonomi Cavite, diRead More →