Reading Time: 8 minutes Sylvia Tiwon Peran serikat buruh mengalami berbagai perubahan dalam gejolak politik ekonomi, tidak hanya di Indonesia, tetapi di hampir seluruh dunia. Berbagai data dan studi menunjukan kecenderungan menurun dalam tingkat keanggotaan dan densitas1 serikat buruh (OECD.Stat, 2018; Matthews, 2017; The Economist, 2015), termasuk di bagian dunia industrial di mana serikat buruh konvensional masih memegang peran utama. Namun, peran tersebut menunjukan penurunan tajam, terutama sejak sikap antiserikat buruh di Inggris dan Amerika Serikat menjadi bagian dari kebijakan pemerintah, ditopang oleh pilar kembar privatisasi dan deregulasi yang merebak dalam dasawarsa 1980-an dan membawa berbagai dampak ekonomi, budaya, sosial, dan politik yang berlangsung hingga sekarang.2 Pada abad ke-21,Read More →

Reading Time: 4 minutes Tanggal 04 November 2016 adalah hari yang akan selalu diingat oleh rakyat Indonesia. Pada hari itu, puluhan ribu massa umat Islam dari segala penjuru datang ke Monas menuntut Gubernur Jakarta Basuki Purnama alias Ahok dipenjara karena kasusnya yang dianggap melecehkan agama. Di hari yang sama pula aku selalu mengingat kejadian yang aku rasakan. Bersama puluhan temanku, buruh perempuan PT Panarub Dwikarya di Tangerang, untuk ratusan kalinya kami kembali melakukan aksi unjuk rasa. Tapi berbeda dengan aksi-aksi yang biasa kami lakukan, hari itu kami berencana melakukan aksi di waktu malam. Melakukan doa bersama lintas agama dengan menyalakan lilin. Aksi kami adalah untuk menuntut pemilik Panarub danRead More →

Reading Time: 5 minutes “Pak Polisi, dari pada panas-panasan ngatur lalu lintas yang macet,  mendingan sini join sama saya, kita main gaple saja!” (Mbah Ngatmin, tokoh fiksi). Polisi berdiri di perempatan jalan, berseragam, niup-niup peluit, berkeringat, haus, dan wajahnya penuh debu adalah satu hal. Sementara warga duduk di warung kopi, bergerombol sambil becanda ria, banting kartu gaple, dan membully yang kalah main dalam tawa yang renyah berderai, adalah hal lain. Kedua kejadian ini tidak bisa diperbandingkan atau dipertentangkan. Polisi yang berdiri di perempatan dengan segala kerepotannya adalah konsekuensi atas profesinya sebagai pelayan masyarakat. Mereka tidak pernah meminta untuk dikasihani. Justru mereka bangga dengan tugas itu sebab bisa jadi, mereka melewati prosesRead More →

Reading Time: 3 minutes Herry ‘Ucok’ Sutresna   Judul Buku: Menolak Tunduk: Cerita Perlawanan dari Enam Kota Penerbit: LIPS & Tanah Air Beta Tahun terbit: 2016 Penulis: Aang Ansorudin, Atik Sunaryati, Coeblink, Hera Sulistyowati, Hery Sofyan, Jumisih, Kokom Komalawati, Meen Martani, Mundori, Siti Saroh, Supinah, Sohari. Banyak buku yang membahas tentang perburuhan di luar sana, namun mayoritas merupakan buku-buku yang sifatnya reportase, analisa atau teori-teori mengenai gerakan buruh di Indonesia yang ditulis oleh akademisi, pemerhati atau aktivis. Di sini letak penting buku yang merupakan buku ke-2 dari seri “Buruh Menuliskan Perlawanannya” ini. Seperti halnya buku pertama pendahulunya, buku dengan ketebalan 425 halaman ini merupakan kumpulan tulisan yang ditulis olehRead More →