Herry ‘Ucok’ Sutresna   Judul Buku: Menolak Tunduk: Cerita Perlawanan dari Enam Kota Penerbit: LIPS & Tanah Air Beta Tahun terbit: 2016 Penulis: Aang Ansorudin, Atik Sunaryati, Coeblink, Hera Sulistyowati, Hery Sofyan, Jumisih, Kokom Komalawati, Meen Martani, Mundori, Siti Saroh, Supinah, Sohari. Banyak buku yang membahas tentang perburuhan di luar sana, namun mayoritas merupakan buku-buku yang sifatnya reportase, analisa atau teori-teori mengenai gerakan buruh di Indonesia yang ditulis oleh akademisi, pemerhati atau aktivis. Di sini letak penting buku yang merupakan buku ke-2 dari seri “Buruh Menuliskan Perlawanannya” ini. Seperti halnya buku pertama pendahulunya, buku dengan ketebalan 425 halaman ini merupakan kumpulan tulisan yang ditulis olehRead More →

Bambang TD, Abu Mufakhir, Syarif Arifin   Pengupahan di Industri Garmen, Tekstil dan Sepatu Foto: Demonstrasi buruh-buruh pembuat sepatu Adidas, Mizuno dan Specs dari PT Panarub Dwikarya Benoa Tangerang. 1. Upah Minimum Pada 2013, terjadi kenaikan upah minimum kota/kabupaten dan provinsi di Jakarta dan Jawa Barat sebesar 40 persen. Provinsi terluar seperti Papua dan Sumatera Utara hanya mengalami kenaikan sebesar 7,9 persen dan 8,8 persen. Provinsi kaya minyak Kalimantan Timur, pada tahun 2013 menikmati kenaikan upah minimum dari Rp 1,1 juta menjadi Rp 1,7 juta. Kenyataan yang tidak bisa diingkari, dorongan kenaikan upah minimum hanya terjadi setelah tekanan kuat serikat buruh dalam bentuk demonstrasi. Tabel:Read More →

Oleh, Lami   Namaku Lami, bahasa Jawanya lama. Kata ibuku, aku diberi nama Lami karena lahirannya lama. Kalau kata kakekku arti nama Lami karena lama ditinggal bapaknya. Aku enam bersaudara, dari satu ibu lain bapak. Aku anak pertama. Ketika umurku tiga bulan, bapakku meninggal. Aku umur satu tahun ibuku dinikahkan oleh kakekku dengan bujang tetangga. Sejak itu aku mulai diasuh nenekku. Untuk bertahan hidup, sejak umur tiga tahun aku sudah ikut nenekku jadi buruh petik kapas di ladang orang. Masih ingat di benakku saat terik matahari aku disuruh berteduh di bawah pohon sukun, saat lapar makan sukun bakar. Saat aku mulai mengerti, aku mulai membantu nenekku.Read More →

Nuzul Ni’mah     Nebeng ke Jakarta Mencari kakak Awal tahun 1996 aku pergi ke Jakarta. Semula bukan untuk mencari pekerjaan, melainkan mencari kakak kandung semata wayang, Akhadi, yang terpisah saat aku kelas dua SD. Kami terpisah sejak kecil karena suatu hal dalam liku perjalanan hidup. Tepatnya karena kondisi keluarga. Selama berpisah hampir sepuluh tahun, kakak hanya mengirim surat sekali, dan aku sudah berkali-kali menjawabnya tapi tidak pernah ada balasan. Sewaktu mengingat pelajaran sekolah tentang cara membuat surat dan cara mengirimnya kantor pos, aku yakin surat-suratku pasti sampai ke kakak. Tapi kenapa tidak pernah dibalas? Aku merasa kehilangan jejaknya, sehingga aku nekat pergi ke Jakarta bersamaRead More →

Jafar Suryomenggolo   Info Buku; Buruh menuliskan perlawanannya. Bogor: Lembaga Informasi Perburuhan Sedane (LIPS) bekerjasama dengan Tanah Air Beta, 2015. 400 halaman +xviii Penulis: Agus Japar Sidik, Atip Kusnadi, Budiman, Dayat Hidayat, Gito Margono, Hermawan, Lami, Fresly Manulang, Salsabila, Nuzulun Ni’mah, Sri Jumiati, Sugiyono, Supartono, Samsuri, Muryati. Editor: Bambang Dahana, Syarif Arifin, Abu Mufakhir, Dina Septi, Azhar Irfansyah, Alfian Al-Ayubby Pelu.   “Adalah tugas serikat buruh untuk tetap mengimbangi tuntutan kaum majikan,” tutup Lucie Baud di bagian akhir tulisannya di satu majalah lokal yang terbit di tahun 1908. Lucie Baud adalah seorang buruh perempuan Perancis, yang lahir di tahun 1870. Di dalam tulisannya itu, diaRead More →