Demonstrasi, rapat umum, peringatan 1 Mei, apalagi sembari menyanyikan Internasionale, tidak mungkin dilakukan di zaman Soeharto. Alih-alih menyediakan diri masuk penjara, bahkan mengantar nyawa. Karena buta sejarah, berhenti membaca dan malas berpikir, korban propaganda rezim Soeharto atau pendukung setia rezim Soeharto menyebut lagu Internasionale sebagai lagu komunis, bahkan menyebutnya sebagai, lagu PKI! Padahal Soekarno pernah berkata: “Apa lagu Internasionale itu hanya  dinyanyikan oleh komunis tok? Seluruh buruh! Komunis atau niet communist, right wing atau left wing, semuanya menyanyikan lagu Internasionale. Janganlah orang tidak tahu lantas berkata, siapa melagukan Internasionale, ee,  PKI ! God dorie! Lagu Internasionale dinyanyikan di London, di Nederland, di Paris, di Brussel, di Bonn, di Moskow,Read More →

8 Maret 2018 jatuh di hari Rabu. Tanggal tersebut dinamai International Women’s Day atau Hari Perempuan Internasional, yang diperingati dengan protes massal atau perayaan di berbagai negara.[1] Di beberapa negara seperti China, Rusia, Azerbaijan, Armenia, Belarus, Kazakhstan, Moldova dan Ukraina, 8 Maret merupakan tanggal merah. Sebagai penanda penghormatan terhadap buruh perempuan, di negara-negara tersebut Hari Perempuan Internasional (HPI) diperingati dengan berkumpul bersama keluarga, berbagi bunga dan hadiah kepada perempuan.[2] Bahkan di China, 8 Maret dijadikan hari libur untuk perempuan, tidak untuk laki-laki. Sementara di Amerika, Eropa dan Asia, 8 Maret diperingati dengan berbagai protes. Di Amerika Serikat, puluhan ribu orang pawai dan berkumpul di pusatRead More →

International Women’s Day (IWD) atau Hari Perempuan Internasional 2018 diperingati dengan cukup ramai di Jakarta. Berbagai kelompok melangsungkan demonstrasi serta pawai di waktu yang berbeda, namun memuncaki peringatannya di depan Istana Negara. Ada Komite Perempuan IndustriAll, Solidaritas Perempuan, Migrant Care, Indonesia for Global Justice, Front Perjuangan Rakyat (FPR), Parade Juang Perempuan Indonesia, dan Komite Aksi Bersama IWD 2018. Komite Perempuan IndustriAll merupakan kelompok pertama yang berdemonstrasi di depan Istana Negara. Ratusan perempuan dan laki-laki berkumpul, lalu satu per satu berorasi menyerukan pengakhiran kekerasan berbasis jender di tempat kerja. Komite Perempuan IndustriAll Indonesia Council menuntut ratifikasi Konvensi ILO Nomor 183 tentang Perlindungan Maternitas dan 14 MingguRead More →

Pada 21 Januari 2017, sehari setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilantik di Washington D.C, ribuan orang: laki-laki-perempuan, tua-muda, berkulit hitam atau pun putih yang berasal dari beragam organisasi, melakukan long march dari Lincoln Memorial hingga berakhir di Gedung Putih. Aksi itu merupakan respons kepada Trump yang selama masa kampanye seringkali seksis, yang sebenarnya ditujukan ke lawannya politiknya, Hillary Clinton. Selain itu, aksi itu juga mengingatkan bahwa ada koalisi untuk memajukan isu hak-hak perempuan selama masa pemerintahannya. Inilah awal mula Women’s March. Women’s March tidak hanya pada 21 Januari. Menyambut 100 hari pemerintahan Trump, mereka pun melancarkan protes. Tidak hanya di Washington, demonstrasi pun berlangsung diRead More →

7 Maret saya mendapat kabar mengenai rencana peringatan Hari Perempuan Internasional (HPI). Di Jakarta, Hari Perempuan Internasional akan diikuti oleh berbagai organisasi dengan bermacam nama aliansi. Aliansi-aliansi tersebut berangkat dari titik kumpul berbeda dengan waktu yang tidak sama. Semuanya memusatkan aksinya di depan Istana Negara. Saya tiba depan Istana sekitar jam 10 pagi lebih beberapa menit. Hanya terlihat satu mokom dan beberapa peserta demonstrasi yang bersiap bubar. Mereka adalah Komite Perempuan IndustriAll. Setelah itu, datang silih berganti berbagai kelompok lain. Ada pula Solidaritas Perempuan dan Migrant Care, yang terlibat dalam Women’s March Jakarta, kemudian Parade Juang Perempuan Indonesia dan Komite Aksi Bersama IWD 2018. DiRead More →