Umat Islam seyogyanya bahagia ketika bertemu dengan bulan Ramadan. Berduka ketika bulan Ramadan berakhir. Demikian kata sebuah hadis Nabi SAW. Inilah bulan yang mulia, penuh ampunan dan kasih sayang. Bulan yang disarankan untuk diisi dengan baca Quran, berzikir, bersedekah, dan kegiatan ibadah lainnya. Tapi tidak demikian dengan orang-orang yang bekerja di perkantoran dan pabrik. Harap-harap cemas mengintai. Ramadan seperti pertanda buruk. Tiap jelang Ramadan diberitakan orang-orang kehilangan pekerjaan. Modusnya beragam. Ada yang putus kontrak, efisiensi, pengalihan hubungan kerja, jeda sementara, dirumahkan, dan istilah-istilah lain yang membingungkan. Kejadian demikian berlangsung lebih dari sepuluh tahun terakhir. Tepatnya, ketika peraturan perundangan memberikan kelonggaran merekrut tenaga kerja kontrak jangkaRead More →

Sebuah Kabar Sedih   Sesaat sepeda motorku diparkir, sementara istriku menghampiri teman-temannya. Sore itu, 27 November 2010 bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha, rasanya waktu yang tepat untuk bertemu dengan beberapa teman. Sekadar bersilaturahmi dan bersantai. Tiba-tiba seorang teman menelpon. Dia menanyakan, “Sudah denger kabar Babeh meninggal?”. Saya dan kawan-kawan yang berada di Lembaga Informasi Perburuhan Sedane (LIPS) memanggil Fauzi Abdullah, Babeh. Mendengar kabar tersebut, badan ini lemas. Setengah tidak percaya. “Innalillahi Wa Innailaihi Rojiun,” jawabku. Aku pun memerhatikan beberapa pesan singkat yang masuk ke telepon genggamku. Ternyata Mbak Dwi, istri Fauzi Abdullah, sudah mengirimkan sms mengenai wafatnya seorang teladan aktivis perburuhan. Seketika, berita ituRead More →