Reading Time: 3 minutes Oleh April Perlindungan Buruh harian lepas, tinggal di Banjaran, Bandung Ba’da magrib, secara rutin Mang Ato nyebor (menyiram) kebun jagung yang letaknya di belakang rumah saya. Akibat langkanya air, lahan sehektar itu baru terlihat basah menjelang subuh. Sekitar pukul 7 pagi, dia baru bisa istirahat, ngobrol dan ngopi di warung saya. Dia tampak lelah karena sepanjang malam dalam waktu dua bulan matanya tak pernah terpejam. Tetangga saya, Wa Uslih, petani padi paling handal, musim ini tak sanggup bersawah akibat curah hujan tak bisa dia prediksi. Dia memilih menyewakan lahannya yang seluas 0,5 ha kepada bandar untuk di tanami ubi. Cuaca yang tak menentu ditudingnya akibatRead More →