Reading Time: 5 minutes Seperti tahun-tahun sebelumnya. Pagi-pagi 1 Mei, saya sudah berada di sekitar Monas. Di Patung Arjunawiwaha atau yang lebih dikenal dengan Patung Kuda. Di tempat itu sudah berkumpul massa SPN (Serikat Pekerja Nasional). SPN tahun ini tidak seperti tahun sebelumnya, tidak bersama dengan KSPI (Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia). SPN bersama dengan FNPBI (Front Nasional Perjuangan Buruh Indonesia), SBMI (Serikat Buruh Migran Indonesia), SPOI (Serikat Pekerja Otomotif Indonesia), SRMI (Serikat Rakyat Miskin Indonesia), dan LMND (Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi). Beberapa tuntutan yang mencolok adalah “Bubarkan BPJS”. Di ujung lain, terdapat kelompok terdiri tidak lebih dari 25 orang. Mereka adalah “buruh Nike” yang masih menunggu kedatangan teman-temanRead More →

Reading Time: 5 minutes 1 Mei segera datang. Bulan yang menjadi simbol peringatan hari buruh sedunia. Bukan itu saja setelah tanggal satu, besoknya tanggal dua merupakan hari pendidikan nasional. Hari tersebut secara simbolik mempunyai makna tersendiri, hari yang sakral nan monumental bagi perjuangan buruh. Pengingat secara historis, di mana pada masa lampau terjadi serangkaian peristiwa yang sangat penting, yang melatarbelakangi munculnya perayaan hari buruh. Jikan ditilik secara historis, tanggal 1 Mei mempunyai sejarah panjang, berawal dari abad ke 19 yang merupakan periode penindasan buruh. Para buruh mulai resah, gelisah, mereka disiksa oleh para majikan. Tepatnya pada tahun 1884 buruh di Amerika Serikat melakukan tuntutan pemotongan jam kerja, karena dirasaRead More →

Reading Time: 2 minutes Pak M. Hanif Dhakiri yang terhormat, Membuka akun FB Kemenaker terkejut saya dengan slogan MAYDAY IS A FUN DAY. Bukan tidak sepakat dengan kegiatan kegiatan yang digagas pihak kementrian dalam merayakan Mayday. Lomba masak, lomba senam dan lain-lain bukan hal negatif untuk dilakukan. Tetapi bukan untuk merayakan Mayday. Pak M. Hanif Dhakiri yang terhormat, Mayday Is a Fun Day adalah kata-kata yang menyakiti kaum buruh. Bapak tentu paham sejarah may day, dan bapak tentu tahu bahwa delapan jam kerja yang hari ini dinikmati oleh kaum buruh bukan hadiah dari pengusaha ataupun penguasa. Delapan jam kerja yang hari ini dinikmati adalah hasil perjuangan dengan mengorbankan darahRead More →

Reading Time: 6 minutes Demonstrasi, rapat umum, peringatan 1 Mei, apalagi sembari menyanyikan Internasionale, tidak mungkin dilakukan di zaman Soeharto. Alih-alih menyediakan diri masuk penjara, bahkan mengantar nyawa. Karena buta sejarah, berhenti membaca dan malas berpikir, korban propaganda rezim Soeharto atau pendukung setia rezim Soeharto menyebut lagu Internasionale sebagai lagu komunis, bahkan menyebutnya sebagai, lagu PKI! Padahal Soekarno pernah berkata: “Apa lagu Internasionale itu hanya  dinyanyikan oleh komunis tok? Seluruh buruh! Komunis atau niet communist, right wing atau left wing, semuanya menyanyikan lagu Internasionale. Janganlah orang tidak tahu lantas berkata, siapa melagukan Internasionale, ee,  PKI ! God dorie! Lagu Internasionale dinyanyikan di London, di Nederland, di Paris, di Brussel, di Bonn, di Moskow,Read More →