Reading Time: 11 minutes Ketegangan Pemerintah Indonesia dan Freeport McMoran Inc (FCX) mereda, setelah pokok-pokok perjanjian (Head of Agreement/HoA) mengenai divestasi saham PT Freeport Indonesia (PT FI) ditandatangani, pada 12 juli 2018. Isi perjanjiannya, pemerintah melalui PT Inalum akan memiliki saham 51 persen dengan menyetor uang USD 3,85 miliar untuk membeli partisipasi Rio Tinto di PT FI dan menguasai 100% saham PT Indocopper Investama yang dimiliki Freeport McMoran. Dengan ditandatanganinya HoA, operasi PT FI diperpanjang hingga 2041. Pada awal 2017 Pemerintah Indonesia dengan FCX bersitegang. Pemerintah Indonesia melarang PT FI mengekspor konsentrat. Izin ekspor konsentrat akan dikeluarkan jika PT FI mengubah status operasionalnya dari KK (Kontrak Karya) menjadi IUPKRead More →

Reading Time: 8 minutes Oleh, Abu Mufakhir     Benarkah Terjadi Gelombang Naik PHK Massal? LBH Jakarta melansir data pada tahun 2015 terdapat 50 ribu buruh di Jabodetabek yang di-PHK (Pemutusan Hubungan Kerja). Kemudian Kementrian Tenaga Kerja menganggap hanya ada 48 ribu buruh di-PHK. Penanda tambahan lainnya adalah berita tentang PHK di perusahaan elektronik asal Jepang. Sebagian pihak menyimpulkan sedang terjadi ‘PHK massal’ atau PHK ‘besar-besaran’ atau dalam jumlah yang sangat banyak.  Pelemahan nilai rupiah dan lesunya perekonomian nasional ditunjuk sebagai penyebabnya. Tulisan ringkas ini ingin mempertimbangkan apakah skala PHK yang terjadi baru-baru ini dapat dikategorikan sebagai “PHK besar-besaran”, atau persoalan yang jauh lebih gawat, yaitu semakin memburuknya perputaran manusia dalam pasarRead More →

Reading Time: 10 minutes Alfian Al’ayubby dan Abu Mufakhir   PER TANGGAL 5 Januari 2015, sebanyak 400 buruh di pabrik sepatu olahraga PT. Nikomas Gemilang, divisi Puma, mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) secara bertahap dengan alasan efesiensi. Menurut salah satu sumber yang bekerja di divisi Puma, PHK massal tersebut terjadi karena penurunan pesanan yang tajam, bahkan mencapai persentase 90 persen, dari yang biasanya 1 juta pasang sepatu olahraga berkurang menjadi hanya 100.000 pasang.[1] Sebelumnya, pada November-Desember 2014 secara bertahap para buruh juga telah di-PHK dengan alasan yang sama: efisiensi. Total buruh yang di-PHK sejak bulan November 2014 sampai Januari 2015 diperkirakan mencapai 800 buruh. Manajemen Puma menyatakan bahwa jumlahRead More →