Minggu, 31 Desember 2017 adalah hari terakhir yang dilewati di penghujung 2017. Aku ibu rumah tangga yang aktif di organisasi buruh. Aku adalah satu dari 1300 buruh pembuat sepatu merek Adidas di PT Panarub Dwikarya Tangerang Banten, yang dipecat ilegal pada 2012. Sejak pemecatan kejam itulah aku mulai terlibat dalam kegiatan organisasi; terlibat rapat, diskusi, demonstrasi dan sebagainya. Di hari Minggu ini aku bangun pagi, seperti biasa. Lalu melakukan aktivitas; menyiapkan makan dan bersih-bersih di rumah. Setelah itu ada jadwal yang sudah diagendakan sebelumnya; pertemuan dengan salah satu pimpinan yang sudah tidak aktif lagi di organisasi. Namun sebelumnya harus briefing dulu dengan kawan-kawan lain diRead More →

Jasad Marsinah diketahui publik tergeletak di sebuah gubuk berdinding terbuka di pinggir sawah dekat hutan jati, di dusun Jegong, desa Wilangan, kabupaten Nganjuk, lebih seratus kilometer dari pondokannya di pemukiman buruh desa Siring, Porong. Tak pernah diketahui dengan pasti siapa yang meletakkan mayatnya, siapa yang kebetulan menemukkannya pertama kali, dan kapan? Sabtu 8 Mei 1993 atau keesokan hari Minggunya? Seperti juga tak pernah terungkap melalui cara apapun: liputan pers, pencarian fakta, penyidikan polisi, bahkan para dukun maupun pengadilan, oleh siapa ia dianaya dan di(ter)bunuh? Di mana dan kapan ia meregang nyawa, Rabu malam 5 Mei 1993 atau beberapa hari sesudahnya? Kita cuma bisa berspekulasi danRead More →