Tanggal 04 November 2016 adalah hari yang akan selalu diingat oleh rakyat Indonesia. Pada hari itu, puluhan ribu massa umat Islam dari segala penjuru datang ke Monas menuntut Gubernur Jakarta Basuki Purnama alias Ahok dipenjara karena kasusnya yang dianggap melecehkan agama. Di hari yang sama pula aku selalu mengingat kejadian yang aku rasakan. Bersama puluhan temanku, buruh perempuan PT Panarub Dwikarya di Tangerang, untuk ratusan kalinya kami kembali melakukan aksi unjuk rasa. Tapi berbeda dengan aksi-aksi yang biasa kami lakukan, hari itu kami berencana melakukan aksi di waktu malam. Melakukan doa bersama lintas agama dengan menyalakan lilin. Aksi kami adalah untuk menuntut pemilik PanarubRead More →

Bambang Dahana   Kawan saya, Wati (jangan percaya ini nama sebenarnya) bekerja di sebuah pabrik sepatu di Tangerang. Awal 2012, Wati mengumpulkan teman-temannya dan berencana membikin serikat buruh tingkat pabrik. Manajemen mengendus rencana Wati. Wati segera dipanggil untuk diajak bicara. Manajemen, alias juru bicara pengusaha, berkata kira-kira begini: “Wati, kamu jangan bergabung dengan serikat yang itu. Sebaiknya serikat yang ini saja.” “Kenapa begitu, pak?” “Soalnya serikat yang itu berpolitik. Kalau serikat yang ini tidak berpolitik.” Bagi saya cerita di atas amat luar biasa berharga, karena mengajarkan dua hal. Pertama, umumnya pengusaha rupanya memang hebat dan pintar. Mereka mampu mengendus dan tahu betul serikat buruh manaRead More →