Reading Time: 7 minutes Astika Andriani Pada 1960-an hingga 1980-an, dunia melihat tren ekonomi global baru, di mana perusahaan-perusahaan multinasional mulai berbondong-bondong membangun jaringan produksi di negara luar, terutama Asia, dalam rangka memangkas ongkos produksi. Praktik-praktik ini kerap disebut sebagai offshoring.1 Biasanya perusahaan ini akan mengontrak pabrik untuk melakukan proses manufaktur produk yang sudah mereka desain. Di beberapa negara tertentu, perusahaan-perusahaan ini juga memanfaatkan dibukanya celah untuk Foreign Direct Investment di negara-negara berkembang lewat joint venture. Salah satunya Apple, yang memutuskan untuk memulai praktik offshoring lewat mengontrak pabrik di Singapura pada 1981 untuk melakukan kegiatan perakitan. Ketika itu, Apple memang sedang berencana menaikkan produksi salah satu komputernya. Memang, sejakRead More →

Reading Time: 9 minutes Dina Septi Utami Beraktivitas di Lembaga Informasi Perburuhan Sedane (LIPS) Pendahuluan Tulisan ini akan merefleksikan hasil belajar tentang buruh borongan sebagai sebuah sistem yang diterapkan di pabrik di BIIE (Bekasi International Industrial Estate) di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat; kondisi kerja yang diakibatkan oleh sistem tersebut dan perlawanan buruh terhadap sistem tersebut. Sistem buruh borongan yang diterapkan di pabrik ini adalah sebuah implementasi piece-rate system yang khusus dan cukup aneh yang menempatkan buruh dalam situasi yang sangat mengenaskan. Pertanyaan yang akan dijawab dalam tulisan ini adalah apa itu sistem buruh borongan? Dan bagaimana ia diterapkan? Bagaimana kondisi kerja yang diakibatkannya dan bagaimana buruh melawannya? Tulisan iniRead More →