Pada 21 Januari 2017, sehari setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilantik di Washington D.C, ribuan orang: laki-laki-perempuan, tua-muda, berkulit hitam atau pun putih yang berasal dari beragam organisasi, melakukan long march dari Lincoln Memorial hingga berakhir di Gedung Putih. Aksi itu merupakan respons kepada Trump yang selama masa kampanye seringkali seksis, yang sebenarnya ditujukan ke lawannya politiknya, Hillary Clinton. Selain itu, aksi itu juga mengingatkan bahwa ada koalisi untuk memajukan isu hak-hak perempuan selama masa pemerintahannya. Inilah awal mula Women’s March. Women’s March tidak hanya pada 21 Januari. Menyambut 100 hari pemerintahan Trump, mereka pun melancarkan protes. Tidak hanya di Washington, demonstrasi pun berlangsung diRead More →