Reading Time: 5 minutes Pada malam yang gulita itu, seorang laki-laki diseret dengan kasar menuju tengah lapangan. Tangannya terikat. Lalu, seorang laki-laki berbadan tegap dengan wajah bengis, menyiramkan bensin ke sekujur tubuhnya. Sejurus kemudian, ia melemparkan obor yang menyala itu ke tubuh lelaki yang terkulai lemas di tengah lapangan; seluruh tubuhnya terbakar diiringi lengkingan panjang yang menyayat. Dengan angkuhnya, lelaki berwajah bengis itu berteriak sangat keras, ”Ini adalah peringatan bagi mereka yang mendatangi perserikatan.” Lelaki yang tubuhnya terbakar di tengah lapangan itu, adalah seorang petani karet yang ketahuan mengorganisasi dirinya dalam sebuah serikat petani; bagi mandor dan para tengkulak, upaya itu merupakan ancaman. Peristwa itu, merupakan pesan para tengkulak,Read More →

Reading Time: 3 minutes Ramadan hari keduapuluh lima, kasus-kasus perburuhan, terutama berkaitan dengan THR (Tunjangan Hari Raya) dan PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) makin mengemuka. Baru-baru ini, 300 buruh pabrik Arnott’s Indonesia menggedor gerbang Kantor Menteri Ketenagakerjaan. Hasilnya? Hanya selembar surat dengan kop Kementerian bernomor B-155/PHIJSK/VI/2018 tertanggal 6 Juni 2018. Isinya semacam “lemparan tanggung jawab” dari Kementerian Ketenagakerjaan kepada kepala Disnaker Kota Bekasi untuk: meneliti dan menyelidiki benar-tidaknya kejadian PHK tersebut. Jika benar, silakan lakukan langkah-langkah penanganan, sebagaimana tercantum dalam Undang-Undang Ketenagakerjaan Nomor 13 Tahun 2003 dan atau Undang-Undang Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial Nomor 2  Tahun 2004. Artinya, ketika buruh datang, mengadu, dengan nafas tercekik di tenggorokan, diberikan mekanisme yangRead More →

Reading Time: 5 minutes “Pak Polisi, dari pada panas-panasan ngatur lalu lintas yang macet,  mendingan sini join sama saya, kita main gaple saja!” (Mbah Ngatmin, tokoh fiksi). Polisi berdiri di perempatan jalan, berseragam, niup-niup peluit, berkeringat, haus, dan wajahnya penuh debu adalah satu hal. Sementara warga duduk di warung kopi, bergerombol sambil becanda ria, banting kartu gaple, dan membully yang kalah main dalam tawa yang renyah berderai, adalah hal lain. Kedua kejadian ini tidak bisa diperbandingkan atau dipertentangkan. Polisi yang berdiri di perempatan dengan segala kerepotannya adalah konsekuensi atas profesinya sebagai pelayan masyarakat. Mereka tidak pernah meminta untuk dikasihani. Justru mereka bangga dengan tugas itu sebab bisa jadi, mereka melewati prosesRead More →

Reading Time: 13 minutes Pengantar[1] Hak cuti haid diatur dalam Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan (UU Ketenagakerjaan). Pasal 81 menyatakan: (1) Pekerja/buruh perempuan yang dalam masa haid merasakan sakit dan memberitahukan kepada pengusaha, tidak wajib bekerja pada hari pertama dan kedua pada waktu haid. (2) Pelaksanaan ketentuan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) diatur dalam perjanjian kerja, peraturan perusahaan, atau perjanjian kerja bersama.[2] Umum diketahui, meski sudah diakui dalam peraturan perundangan, tidak mudah mendapatkan hak cuti haid. Perempuan dipaksa untuk memperlihatkan surat keterangan dokter atau dipaksa memperlihatkan pembalutnya bahwa dirinya haid dan jenis-jenis pemeriksaan lainnya. Umum  diketahui pula, jika perempuan mengambil hak cuti haid, akan dituduh memanfaatkannya masaRead More →