Reading Time: 7 minutes Syarif Arifin “Emak-emak ini terbagi dua. Ada yang bekerja dan ada yang tidak. Emak-emak PDK ini sudah teruji. Banyak pengalaman yang didapat,” kata Kokom. Bagaimana perempuan pembuat sepatu Adidas dan Mizuno itu berpartisipasi di organisasi? Berhadapan dengan represi yang rumit metodologi pembangunan serikat buruh diuji. Rerata pendidikan perempuan tersebut sekolah menengah atas, sisanya adalah sekolah menengah pertama dan tamatan sekolah dasar. Lama-tidaknya sekolah formal memang tidak memiliki korelasi dengan keberanian melawan. Namun, berpengaruh terhadap kerangka pendidikan dan pengorganisasian yang dilaksanakan oleh serikat buruh. Rupanya kegiatan pendidikan tidak dibatasi dengan belajar peraturan perundangan. Mereka belajar teknik menulis, mempelajari ekonomi-politik, dan sebagainya. Selain itu, “Untuk meningkatkan pengetahuanRead More →

Reading Time: 4 minutes Syarif Arifin Protes yang diinisiasi oleh buruh PT PDKB tidak lazim. Mereka tidak memilih menyelesaikan kasus ke Pengadilan Hubungan Industrial (PHI). Munculnya isu suap hakim adhoc di PHI Jawa Barat, mendorong ketikdapercayaan terhadap PHI. Ada pula kejadian langsung yang mendorong pilihan tersebut. Kokom Komalawati dan Djamal Fikri adalah dua pengurus yang menolak pemecatan dengan dalih efisiensi. Mereka mengadukan kasusnya ke Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Tangerang. Anjuran Disnaker agar keduanya dipekerjakan digugat oleh perusahaan ke PHI.  Sementara Djamal menerima kebijakan kompensasi, Kokom menjalani proses pengadilan. Ternyata PHI mengeluarkan putusan bahwa Kokom diputus hubungan kerjanya. Karena alasan-alasan itulah para buruh memutuskan bahwa keadilan tidak  didefinisikan dan diberikanRead More →

Reading Time: 5 minutes Syarif Arifin Aksi piket tiap Minggu di Tugu Adipura Kota Tangerang. (Foto: Dokumentasi SBGTS GSBI PT PDKB) Dari 1300 buruh yang dipecat tidak semua bertahan. Saat ini yang tersisa hanya 346 orang. Mereka berhadapan dengan kekuatan yang tidak dapat diremehkan, Panarub Group. Sebelum dinyatakan tutup pada Desember 2013, buruh menuntut dipekerjakan kembali. Manajemen PT PDKB bersikukuh bahwa buruh mogok kerja ilegal dan disebut mangkir. “Jika perusahaan mempekerjakan mereka, harmonisasi perusahaan akan terganggu,” ujar Human Resources Director Panarub Group Subroto, seperti dilansir Kompas (25/10/2012). Lima tahun terakhir istilah harmonis makin digemar dikemukakan untuk menyingkirkan buruh dari pekerjaan. Ironisnya, kata yang sama sering pula dipergunakan oleh PHIRead More →

Reading Time: 4 minutes Syarif Arifin Demonstrasi 700 payung di depan PT PDKB, menuntut dipekerjakan dan dibayarnya rapelan upah minimum, pada 2012. (Foto: Dokumentasi SBGTS GSBI PT PDKB) Januari dan Februari 2017, para buruh akan berunding kembali. Jika tidak membuahkan hasil, Juli mendatang kasus PT PDKB genap lima tahun. Keberanian buruh pembuat sepatu Adidas dan Mizuno itu tidak dapat dilepaskan dari situasi-situasi yang terjadi di masa itu. Di periode 2012 gerakan buruh tampil di jalanan. Buruh berani memblokade kawasan industri, jalan tol atau berdemonstrasi di tempat-tempat publik. Di Bekasi Jawa Barat buruh memaksa perusahaan mengangkat buruh kontrak dan outsourcing melalui grebek pabrik. Tidak dilupakan pula di periode ini KomisiRead More →