Reading Time: 11 minutes Ahmad Thariq Pendidikan merupakan salah satu sektor publik terpenting dalam menentukan keberadaan suatu peradaban. Ini karena pendidikan memegang peran dalam mengembangkan sumber daya manusia, teknologi dan ilmu pengetahuan. Ketiga aspek tersebut amat krusial tentunya, mengingat suatu peradaban harus senantiasa mengikuti arus perubahan sosial yang terjadi di sekitarnya, baik di level mikro, maupun makro. Dengan terpenuhinya tiga prasyarat mendasar itu lah suatu peradaban akan dapat terus bergerak menuju tonggak kemajuan. Fungsi pendidikan di atas merupakan proyeksi ideal, namun jelas bukan tanpa masalah. Pasalnya, di tengah dinamika realitas global hari ini pendidikan justru mengidap beragam permasalahan akut. Hal ini dapat disaksikan berangkat dari fenomena di permukaan; semakinRead More →

Reading Time: 8 minutes Astika Andriani Menelisik beberapa kecenderungan dalam politik jaringan produksi global Pertama-tama, dalam rantai pasok ini, kompetisi terjadi antar berbagai perusahaan dalam tiap lapisan hirarki. Yang pertama kompetisi antar perusahaan pemilik merek (buyer), misalnya Apple dengan Samsung. Untuk memenangkan kompetisi ini, mereka tentunya terus mencari cara untuk dapat memberikan produk yang paling berkualitas tinggi dengan harga yang paling oke kepada konsumen. Belum lagi melakukan itu semua di bawah tekanan pasar elektronik yang memiliki siklus produk sangat cepat. Untuk itu, perusahaan-perusahaan ini kerap menekan para manufakturnya untuk menurunkan ongkos dan meningkatkan efisiensi dan kecepatan. Yang harus diingat adalah bahwa korporasi-korporasi besar ini bisa beranjak kemana saja, danRead More →

Reading Time: 9 minutes Pada 2000, aku bekerja di Sawmill PT Semarak Sdn Bhd Bintulu, Sarawak, Malaysia. Pertama masuk, aku bekerja di bagian mesin proskat. Mesin proskat ini adalah mesin pemotong kayu. Kerjaku memotong kayu yang sudah setengah jadi dari mesin bandsaw, untuk dijadikan kayu jadi yang siap disusun dan di–packing. Aku bekerja 12 jam. Masuk jam 6 pagi dan pulang jam 6 petang. Kadang–kadang aku bekerja sampai jam 10 malam karena barang yang dipesan harus segera dikirim. Di situ, aku baru kerja beberapa minggu. Aku tidak kenal siapa-siapa kecuali Mali dan Dodo. Mereka berdualah yang mengajakku dan menyelamatkanku dari kejaran Polisi Diraja Malaysia. Pertama kerja, aku dibayar perRead More →

Reading Time: 7 minutes Astika Andriani Pada 1960-an hingga 1980-an, dunia melihat tren ekonomi global baru, di mana perusahaan-perusahaan multinasional mulai berbondong-bondong membangun jaringan produksi di negara luar, terutama Asia, dalam rangka memangkas ongkos produksi. Praktik-praktik ini kerap disebut sebagai offshoring.1 Biasanya perusahaan ini akan mengontrak pabrik untuk melakukan proses manufaktur produk yang sudah mereka desain. Di beberapa negara tertentu, perusahaan-perusahaan ini juga memanfaatkan dibukanya celah untuk Foreign Direct Investment di negara-negara berkembang lewat joint venture. Salah satunya Apple, yang memutuskan untuk memulai praktik offshoring lewat mengontrak pabrik di Singapura pada 1981 untuk melakukan kegiatan perakitan. Ketika itu, Apple memang sedang berencana menaikkan produksi salah satu komputernya. Memang, sejakRead More →