Ramadan hari keduapuluh lima, kasus-kasus perburuhan, terutama berkaitan dengan THR (Tunjangan Hari Raya) dan PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) makin mengemuka. Baru-baru ini, 300 buruh pabrik Arnott’s Indonesia menggedor gerbang Kantor Menteri Ketenagakerjaan. Hasilnya? Hanya selembar surat dengan kop Kementerian bernomor B-155/PHIJSK/VI/2018 tertanggal 6 Juni 2018. Isinya semacam “lemparan tanggung jawab” dari Kementerian Ketenagakerjaan kepada kepala Disnaker Kota Bekasi untuk: meneliti dan menyelidiki benar-tidaknya kejadian PHK tersebut. Jika benar, silakan lakukan langkah-langkah penanganan, sebagaimana tercantum dalam Undang-Undang Ketenagakerjaan Nomor 13 Tahun 2003 dan atau Undang-Undang Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial Nomor 2  Tahun 2004. Artinya, ketika buruh datang, mengadu, dengan nafas tercekik di tenggorokan, diberikan mekanisme yangRead More →

Kementerian Ketenagakerjaan membuka Pos Komando (Posko) Pengaduan THR. Posko akan beroperasi 8 Juni sampai 5 Juli 2018. Posko bertempat di Pusat Pelayanan Terpadu Satu Atap Kemnaker, Gedung B Kemnaker Jalan Gatot Subroto Kavling 52, Jakarta. Pengaduan juga bisa dilakukan melalui hubungan telepon 021-5255859, layanan Whatsapp 081280879888, 081282407919. Bagaimana dengan permasalah THR di wilayah-wilayah yang sulit menjangkau Jakarta? Kemnaker juga meminta Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota membentuk Posko yang sama. Posko THR bukan terobosan baru. Tahun lalu pun Kemnaker membuka Posko yang sama. Posko dibuka di 6 wilayah, yaitu Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi Tenggara, Maluku, dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Dari 8 Juni sampai 5 Juli 2017Read More →

Umat Islam seyogyanya bahagia ketika bertemu dengan bulan Ramadan. Berduka ketika bulan Ramadan berakhir. Demikian kata sebuah hadis Nabi SAW. Inilah bulan yang mulia, penuh ampunan dan kasih sayang. Bulan yang disarankan untuk diisi dengan baca Quran, berzikir, bersedekah, dan kegiatan ibadah lainnya. Tapi tidak demikian dengan orang-orang yang bekerja di perkantoran dan pabrik. Harap-harap cemas mengintai. Ramadan seperti pertanda buruk. Tiap jelang Ramadan diberitakan orang-orang kehilangan pekerjaan. Modusnya beragam. Ada yang putus kontrak, efisiensi, pengalihan hubungan kerja, jeda sementara, dirumahkan, dan istilah-istilah lain yang membingungkan. Kejadian demikian berlangsung lebih dari sepuluh tahun terakhir. Tepatnya, ketika peraturan perundangan memberikan kelonggaran merekrut tenaga kerja kontrak jangkaRead More →

Umur 14 tahun Semaun menjadi anggota serikat buruh. Umur 17 tahun menjadi pengurus serikat buruh kereta api Semarang, sebagai propagandis. Umur berapa Semaun mulai bekerja? Umur 13 tahun di perusahaan kereta api di Surabaya, pada 1912!  Umur 13 tahun zaman sekarang kelas I sekolah menengah pertama. Belia yang menghabiskan waktu seharian untuk bermain bola ato main game Mobile Legends. Di zaman itu, seumuran Semaun, merupakan usia bekerja. Remaja-remaja yang dipaksa menjual tenaga dan waktunya kepada pemilik modal.  Setahun sebelum Komune Paris, kapital Eropa berkeliaran di Asia. Ketika Selat Malaka semakin ramai dan Pelabuhan Deli sibuk. Jalan-jalan diperbaiki dan dihiasi lampu gemerlap, dan kota makin terbentuk.Read More →

Minggu-minggu terakhir ini, berbagai kelompok dan serikat buruh gencar menyelenggarakan rapat-rapat persiapan menyambut International Women’s Day (IWD) 2018. Sepanjang “Berjuta kali turun aksi, bagiku satu langkah pasti,” dan sepanjang ada kehendak kuat untuk mendorong perubahan, rapat persiapan aksi semacam ini akan terus dilakukan. Seperti yang sudah-sudah, kalau rapat berlangsung terlalu lama, pesertanya bukan cuma kelelahan. Juga gelisah dan kelabakan mencari sambungan listrik, karena baterai handphone mulai habis. Pemandangan semacam ini makin sering kita saksikan, karena kebanyakan orang sekarang punya handphone, bahkan lebih dari satu. Saya akan menyingkir sejenak dari pembicaraan tentang IWD. Saya cerita sedikit tentang baterai. Orang sering menyebutnya dengan batu baterai. Benda kecilRead More →