MAJALAH SEDANE

Memuat halaman...

Sedane

Majalah Perburuhan

Dibunuh Corona atau Mati Kelaparan

ilustrasi: Buruh-buruh pembuat pakaian jadi merek GAP, Kohls, Kmart, dan lain-lain, di Kabupaten Sukabumi. Foto: Bunda Rara, 2017.


ilustrasi: Buruh-buruh pembuat pakaian jadi merek GAP, Kohls, Kmart, dan lain-lain, di Kabupaten Sukabumi. Foto: Bunda Rara, 2017.

Sejak ditetapkannya kebijakan #kerjadirumah dan #belajardirumah, rata-rata buruh perempuan berkeluarga yang saya temui di Tangerang memiliki cerita yang sama. Mereka harus bersiasat dengan kebutuhan sehari-hari yang semakin mahal karena menghadapi bulan Ramadan dan Idul Fitri sekaligus harus menangani anak-anak belajar di rumah. Para buruh lebih khawatir kehilangan pendapatan dan pekerjaan ketimbang terpapar virus Corona.

Awal Maret pemerintah mengumumkan kebijakan #kerjadirumah, #belajardirumah, dan #ibadahdirumah. Disusul dengan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Ketika kebijakan #belajardirumah berlaku, keluarga buruh pontang-panting. Mereka harus meluangkan waktu, menyiasati pengeluaran dan mengalokasikan energi menghadapi anak-anak. Serangkaian bujukan yang dibumbui ancaman mewarnai hari-hari anak-anak mengerjakan tugas-tugas sekolah di rumah. Materi pelajaran dan cara belajar ditentukan dari sekolah. Dan, penilaian ditentukan pihak sekolah.