MAJALAH SEDANE

Memuat halaman...

Sedane

Majalah Perburuhan

Derita Buruh ASICS di Balik Olimpiade Tokyo


Olimpiade Tokyo yang sedianya dihelat pada 2020, kita tahu, harus mengalami penundaan karena pandemi Covid 19. Pesta olahraga empat tahunan akhirnya dilaksanakan tahun ini, antara tanggal 23 Juli – 8 Agustus. Olimpiade merupakan ajang olahraga bergengsi dunia. Tahun ini Olimpiade Tokyo diikuti 11.090 atlet dari oleh 200 negara peserta, yang akan bertarung di 33 cabang dengan 339 nomor tanding.

“ASICS mendapatkan keuntungan lebih dengan menjadi salah satu sponsor utama Olimpiade Tokyo. Tetapi buruh ASICS tidak mendapatkan apa-apa dan bekerja dalam kondisi kerja yang buruk”.

Penulis

Ada puluhan bahkan ratusan perusahaan yang menjadi sponsor Olimpiade Tokyo ini. Salah satunya ASICS Corporation, produsen barang-barang olahraga (yang membuat apparel, sepatu) terkemuka asal Jepang. ASICS bahkan dianggap menjadi mitra terpenting, dengan didaulatnya mereka menjadi Mitra Emas Olimpiade Tokyo 2020, sebagaimana di rilis pada laman resmi Olimpiade Jepang.

ASICS tidak hanya akan memasok seragam untuk tim Olimpiade dan Paralimpiade asal Jepang dan beberapa negara lain, tetapi juga menyediakan seragam untuk para sukarelawan pesta olahraga ini. Mereka dikabarkan menggelontorkan ratusan juta yen untuk menyukseskan kegiatan ini.

ASICS Corporation didirikan pada tahun 1949 oleh Kihachiro Onitsuka. Nama ASICS sendiri diperas dari pepatah Latin, ‘Anima Sana In Corpore Sano‘, yang artinya pikiran yang sehat dalam tubuh yang kuat. Dari sini, pendirinya merancang visi sebagai brand yang mempromosikan kesehatan kaum muda melalui olahraga, sebuah True Sport Performance Brand.

Melalui pengembangan teknologi baru yang berkelanjutan, ASICS dikatakan memproduksi alas kaki (sepatu), pakaian, dan aksesori berkinerja tinggi yang mendukung dan meningkatkan performa atletik. Grup ASICS berkantor pusat di Kobe, Jepang dan memiliki 50 kantor di seluruh dunia, yang mendistribusikan produk ke lebih dari 150 negara.