MAJALAH SEDANE

Memuat halaman...

Sedane

Majalah Perburuhan

Cerita Keluarga Nabila: Ibu Mengandung, Bapak Dipecat


Jam di tangannya sudah menunjukan pukul 17.15, itu artinya sebentar lagi buka puasa. 

Langit gelap, awan hitam seakan terus  mengikuti putaran roda motornya. Sebentar lagi hujan akan mengguyur kota yang dijuluki “kota seribu industri” ini. Sudah hampir tiga hari  ini hujan terus tumpah.

Saiful tidak menggubris cuaca murung. Motornya terus dipacu. Jarum di-dashboard motor tidak beranjak dari angka 40 km. Pandangan kosong menatap jalanan di depannya.

Masih terngiang ucapan manager HRD sore tadi sebelum pulang kerja. Saiful dipanggil bersama 57 orang temannya di ruang pertemuan yang sempit tanpa AC.

“Mohon maaf. Seperti yang kalian tahu, sejak pandemi covid-19 produksi kita menurun, dengan terpaksa kalian mulai besok akan kami rumahkan sampai waktu yang tidak ditentukan. Dan karena situasi keuangan perusahaan sangat minim kami tidak bisa membayar gaji kalian. Tapi jangan khawatir THR akan kami transfer dua minggu lagi. Terimakasih. Doakan semoga pandemi ini segera berakhir agar kita bisa produksi lagi dan kalian nanti akan kami panggil bekerja kembali.”

Walau perkataan itu disampaikan dengan suara yang diatur pelan, Saiful merasa seperti ledakan bom. Dua puluh hari lagi Idul Fitri, hari kemenangan umat Muslim. Beberapa hal yang tadi dia pikir adalah kebutuhan keluarga untuk dipenuhi, kini berubah menjadi masalah.

Nabila, anak sulungnya, meminta ayahnya membelikannya mukena, sepatu dan sandal baru. Dalam hitungan minggu, Mala, istrinya yang sedang hamil besar, akan melahirkan anak kedua mereka. Selain itu, cicilan kredit motor masih menggantung sembilan bulan lagi.

Mengingat hal-hal itu, Saiful ingin tidak ingin lebih cepat sampai di rumah. Ia tidak tega melihat reaksi wajah Mala ketika mendengar ceritanya.