MAJALAH SEDANE

Memuat halaman...

Sedane

Majalah Perburuhan

Mogok, Pura-pura Mogok, Kontra Mogok

Buruh Banten dari berbagai serikat sedang istirahat di sela-sela aksi 5 Jan 2022


Buruh Banten dari berbagai serikat sedang istirahat di sela-sela aksi 5 Jan 2022

Kau akan mogok kerja? Kau akan membuat tulisan-tulisan pemogokan? Dan kau akan membuat pidato protes? Dan kau menuntut hormat dariku?

Tuan Crab dalam film Spongebob Squarepants

Mogok nasional diumumkan dengan niat menyetop produksi selama tiga hari dari 6-8 Desember dengan melibatkan 2 juta buruh dari lima konfederasi dan 60 federasi serikat buruh. Dua video pendek dari aliansi serikat buruh di Bekasi dan Tangerang tersebar di grup media sosial Whatsapp, menyambut rencana tersebut dengan judul ‘mogok daerah’. Dengan tuntutan utama kenaikan upah minimum 7 sampai 10 persen dan MK mencabut UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja. Rencana mogok tidak berubah meski Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan bahwa UU Cipta Kerja inskonstitusional bersyarat. Tuntutan sedikit berubah: agar pemerintah mematuhi putusan MK!1

Pemogokan tidak sukses. Tidak ada pemogakan. Tidak ada satu pun tuntutan yang terpenuhi. Pemerintah daerah bergeming, bahkan Gubernur Banten Wahidin Halim menantang dengan mempersilakan pengusaha mengganti buruh yang tidak bersedia diupah rendah.

Di beberapa wilayah industri seperti Tangerang Banten, Bekasi dan Majalengka Jawa Barat, terjadi pawai jalanan dengan ribuan massa. Namun, pabrik berproduksi seperti biasa. Ketika iring-iringan massa, beberapa buruh tampak duduk di depan pabrik atau berdiri berbaris rapih. Tentu saja dengan mengenakan seragam serikat. Ketika pawai massa mendekat, mereka meneriakan ‘hidup buruh’. Menurut informasi, buruh yang duduk atau berbaris di depan pabrik tersebut mendapat dispensasi tidak bekerja pada hari tersebut. Hari itu mereka bertugas untuk ‘menjaga’ pabrik dari aksi massa sweeping. Jika demikian, berarti mereka tetap bekerja namun jenis pekerjaannya berubah, bahkan dengan tanggung jawab lebih besar, yaitu: ‘menjaga pabrik’.

Di tempat lain, ada pula buruh yang duduk-duduk setengah lingkaran di depan pabrik menghadap ke jalan. Kemudian membentangkan spanduk atau poster. Tulisan poster dan spanduk berisi tentang kenaikan upah minimum dan penolakan terhadap UU Cipta Kerja. Mereka merupakan perwakilan dari beberapa lini produksi dan mendapat izin tidak bekerja pada hari tersebut. Di dalam pabrik buruh bekerja seperti hari-hari biasa.