MAJALAH SEDANE

Memuat halaman...

Sedane

Majalah Perburuhan

“Bedah Kisah di Balik Perjanjian Dindigul Dalam Mengakhiri Kekerasan dan Pelecehan berbasis Gender di tempat kerja.

Ilustrasi (AFWA)

Pada April 2022, serikat pekerja perempuan Dalit di India, Tamil Nadu Textile and Common Labour Union (TTCU) menandatangani perjanjian bersejarah dengan produsen pakaian jadi dan tekstil bernama Eastman Exports untuk mengakhiri kekerasan dan pelecehan berbasis gender di pabrik Eastman di Dindigul, di negara bagian Tamil Nadu, India.

TTCU bersama dengan Global Labor Justice-International Labor Rights Forum (GLJ-ILRF) dan Asia Floor Wage Alliance (AFWA) juga menandatangani perjanjian yang mengikat secara hukum, tunduk pada arbitrase, dengan perusahaan fesyen multinasional H&M, yang memiliki hubungan bisnis dengan Eastman Exports sebagai pemasoknya.

Perjanjian ini mengharuskan H&M untuk mendukung dan menegakkan perjanjian  antara TTCU dan Eastman Export. Di bawah ketentuan perjanjian, jika Eastman Exports melanggar komitmennya, maka H&M berkewajiban memberlakukan konsekuensi bisnis pada Eastman Exports sampai mereka benar-benar mematuhinya.

Perjanjian yang saling terkait ini membentuk Perjanjian Dindigul, sebuah “Enforceable Brand Agreement” (EBA) atau “perjanjian dengan perusahaan pemilik merek yang harus ditegakkan” di mana perusahaan multinasional secara hukum berkomitmen kepada pekerja dan aliansinya untuk mendukung program-program yang dipimpin oleh serikat di beberapa pabrik maupun tempat kerja.

Perjanjian Dindigul ini merupakan EBA  pertama di India, terjadi di sektor manufaktur pakaian jadi, sektor kedua terbesar yang memperkerjakan perempuan setelah sektor pertanian. Perjanjian Dindigul juga EBA pertama di dunia yang mencakup pabrik pakaian jadi dan pabrik tekstil. Dindigul merupakan wilayah yang terkenal sebagai pembuat tekstil yang digunakan oleh pabrik-pabrik pakaian di India dan dunia.