MAJALAH SEDANE

Memuat halaman...

Sedane

Majalah Perburuhan

‘Driver’ Ojol: ‘Order’ Ku Kejar, Celaka Ku Dapat

http://assets.kompasiana.com/items/album/2020/11/08/ojol-food-5fa7a0208ede4836b71dc012.jpg

Pengantar

Pengemudi Ojek Online ditemukan tergeletak tanpa nyawa di teras ruko kosong di Jalan Pajajaran Bogor, saat menunggu order (Detiknews.com, 9/3/2022). Sementara itu, seorang pengemudi Ojol meninggal dunia saat mengantarkan orderan (Tribunnews.com, 19/7/2022).

Di Jakarta Barat, pengemudi Ojol mengalami kecelakaan bersama penumpangnya. Pengemudi Ojol luka-luka, penumpang meninggal dunia. Kepolisian menetapkan pengemudi Ojol sebagai tersangka dengan tuduhan lalai dalam berkendara dan menjadi penyebab kematian penumpang. Pengemudi Ojol pun terancam hukuman maksimal enam tahun penjara (Sindonews, 25/1/2022).

Seiring dengan menjamurnya aplikator penyedia jasa transportasi online, kita makin sering mendengar kasus serupa di atas dari obrolan warung kopi atau membacanya di laman media sosial dan media cetak. Kecelakaan di jalanan: menabrak atau ditabrak, merupakan bahaya yang mengintai pengemudi Ojol.

Setiap hari diperkirakan minimal dua orang Ojol meninggal karena kecelakaan lalu lintas (Gridoto.com, 15/12/2017). Bahaya lainnya, ketika membawa penumpang pengemudi Ojol harus bertanggung jawab menjaga keselamatan diri, kendaraan dan penumpangnya.

Berdasarkan pantauan media massa, Lembaga Informasi Perburuhan Sedane (LIPS) mencatat dari 2015 hingga Juli 2022, terdapat 149 peristiwa kecelakaan yang menewaskan 89 pengemudi Ojol dari berbagai perusahaan platform. Kasus-kasus kecelakaan yang menimpa Ojol beriringan dengan pencapaian target poin yang semakin tinggi dan menurunnya pendapat Ojol, berpengaruh pada jam kerja yang semakin panjang.

Tak sedikit pula, cerita driver jatuh sakit hingga meninggal dunia akibat kurangnya waktu istirahat karena berusaha mengejar target pendapatan per hari, agar dapat  membayar kredit kendaraan bermotor atau smartphone yang dipakai untuk bekerja, atau membayar cicilan utang kepada pinjaman online yang difasilitasi oleh aplikator.

Kecelakaan kerja merupakan kejadian yang tidak dikehendaki yang dapat menyebabkan luka, kerusakan barang, bahkan kehilangan nyawa. Selain kecelakaan kerja dikenal pula penyakit akibat kerja. Penyakit akibat kerja jenis penyakit yang timbul dari intensitas dan jenis pekerjaan, seperti gangguan jiwa dan asbestosis.

Kecelakaan dan penyakit akibat kerja tidak semata faktor kelalaian dan ketidakdisiplinan manusia, tapi berkaitan dengan organisasi produksi dan potensi bahaya lingkungan kerja (Supriyadi, 2018). Kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja berkaitan dengan ruang kerja, waktu dan interaksi manusia dengan alat kerja dan bahan kerja.

Tulisan ini akan mendeskripsikan tentang faktor yang berkontribusi terhadap jenis-jenis kecelakaan yang dialami para pengemudi Ojol. Sumber tulisan ini adalah pengamatan, wawancara tidak terstruktur dan diskusi terfokus dengan Ojol di Jabodetabek dan Serang Banten selama Juni hingga Agustus 2022.

Informasi lain didapatkan dari kliping tujuh media massa online (CNN Indonesia, Kata Data, Pikiran Rakyat, Antara, JPNN dan Tempo) serta hasil penelitian lembaga lain tentang kesehatan dan keselamatan kerja di sektor transportasi online.

[nextpage title=”Diuntungkan dengan perbaikan jalan dan pemburukan kondisi kerja“]

Bisnis transportasi online tumbuh sekitar tahun 2015. Saat ini, pemain transportasi berbasis aplikasi yang sudah besar seperti Grab dan Gojek sedang berekspansi ke negara lain dan mendapat investor baru. Sementara aplikator lainnya sedang tumbuh dengan memanfaatkan pasar yang sudah terbentuk, infrastruktur yang disediakan dan diperbaiki negara serta buruknya transportasi umum. Masyarakat kota besar dengan mobilitas tinggi dapat dipastikan memiliki aplikasi transportasi daring (dalam jaringan).

Di tengah-tengah mobilitas, alat transportasi memainkan peran penting. Hal ini menjadikan perkembangan pengguna transportasi tumbuh dengan sangat cepat. Orang-orang bepergian untuk bekerja, sekolah dan lainnya. Ditambah kemudahan mengakses transportasi online melalui smartphone dan keunggulan fitur yang disediakan oleh layanan setiap aplikator.

Pengguna dapat mengakses fitur-fitur tersebut kapan pun di mana pun. Hanya membutuhkan kuota internet. Juga dibantu dengan pembayaran e-wallet (dompet elektronik) yang mempermudah customer ketika tidak memiliki uang cash; dan paylater, penyediaan layanan pinjaman ketika pelanggan tidak memiliki uang sama sekali.

Beberapa aplikasi, seperti Go-Jek, Grab, Maxim, memiliki fitur yang tidak beda jauh. Selain itu, semua aplikator mengintegrasikan layanannya dengan kebutuhan lain, seperti berbelanja pakaian, pulsa internet, mengirim barang, memesan makanan, membeli obat, hingga pelayanan kebutuhan domestik membeli sayur-mayur dan kebutuhan dapur lainnya.

Para pekerja ojek online tidak hanya melayani pengantaran penumpang dari tempat penjemputan sampai ke tempat tujuan. Mereka juga melayani pengantaran makanan dan barang.

Penulis melihat terjadi peralihan penggunaan jasa transportasi dari konvensional ke online akibat buruknya layanan transportasi negara. Juga menengarai semakin banyak orang yang memilih menjadi pekerja transportasi online khususnya pengemudi ojek online, akibat merosotnya kualitas lapangan kerja.

Di tahun 2015 orang berbondong-bondong menjadi driver ojek online. Ada yang menjadikan pekerjaan sebagai sampingan, ada pula yang menjadikannya pekerjaan menjadi yang utama. Rata-rata tergiur dengan fleksibilitas waktu dan promo bonus penghasilan yang cukup besar. Sepanjang 2018, rata-rata pendapatan pengemudi Ojol sepeda motor dan mobil di Jabodetabek lebih besar dari upah minimum di wilayah masing-masing (CNN Indonesia, 21/3/2019). Memburuknya kondisi kerja di sektor formal yang ditandai dengan ikatan jam kerja, upah murah dan kemudahan dipecat, menjadi faktor pertimbangan memilih menjadi pengemudi Ojol.

Beberapa teman dan tetangga saya banyak yang menjadi pekerja ojek online. Ada yang dulunya bekerja sebagai ojek pangkalan dan ada pula yang mantan buruh pabrik. Sedangkan kaum muda kelahiran 1990-an, menempatkan Ojol sebagai salah satu pilihan pekerjaan, sembari menanti pekerjaan lain yang sesuai minat.

Ketika kesempatan kerja yang lebih diharapkan tidak kunjung datang, Ojol menjadi satu-satunya sumber pendapatan. Pendukung lain dari pertumbuhan jasa transportasi online swasta adalah melonjaknya angkatan kerja muda yang kesulitan mendapat pekerjaan baru.

[nextpage title=”Memperluas kerentanan“]

Transportasi umum di kota-kota besar makin beragam. Jalanan, tidak saja dihiasi oleh kendaraan pribadi dan transportasi umum seperti bus, angkot, bajai, ojek pangkalan, dan beberapa angkutan umum konvensional darat. Pemain baru yang menghiasi jalanan adalah transportasi berbasis aplikasi dengan seragam khas: hijau muda, hijau tua, kuning dan oranye.

Pada dasarnya transportasi online hampir sama dengan transportasi konvensional. Dalam transportasi konvensional pengguna dan pengemudi dihubungkan oleh trayek. Perkembangan selanjutnya, ketika telepon umum tersebar, pengguna dan pengemudi diperantarai oleh call center.

Transportasi berbasis aplikasi tumbuh dari perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Gawai, internet dan kuota data menghubungkan pengemudi dan pengguna diperantarai oleh aplikasi. Aplikator pun menyediakan fitur uang digital. Sehingga pengguna seolah diberikan kebebasan memilih pembayaran tunai atau nontunai.

# ojol