Pada 21 Januari 2017, sehari setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilantik di Washington D.C, ribuan orang: laki-laki-perempuan, tua-muda, berkulit hitam atau pun putih yang berasal dari beragam organisasi, melakukan long march dari Lincoln Memorial hingga berakhir di Gedung Putih. Aksi itu merupakan respons kepada Trump yang selama masa kampanye seringkali seksis, yang sebenarnya ditujukan ke lawannya politiknya, Hillary Clinton. Selain itu, aksi itu juga mengingatkan bahwa ada koalisi untuk memajukan isu hak-hak perempuan selama masa pemerintahannya. Inilah awal mula Women’s March. Women’s March tidak hanya pada 21 Januari. Menyambut 100 hari pemerintahan Trump, mereka pun melancarkan protes. Tidak hanya di Washington, demonstrasi pun berlangsung diRead More →

Lebih dari 150 aksi sudah dilakukan, belasan lembaga negara didatangi, aliansi internasional dibangun, sampai kini kasus PHK 1300 buruh PT Panarub DwiKarya (PDK) belum juga menemukan titik akhir. Bahkan ILO pun sudah mengeluarkan rekomendasi kepada pemerintah untuk menyelesaikan masalah ini dengan cara yang sebaik-baiknya dan seadil-adilnya. Kasus ini berawal pada 2012, ketika itu buruh PDK sepakat untuk mendirikan serikat. Perusahaan merespons hal tersebut dengan memecat sembilan orang pengurusnya. Serikat melawan PHK dengan melakukan mogok kerja yang diikuti lebih dari seribu orang buruh. Perusahaan melakukan serangan balik dengan memecat1300 orang yang terlibat pemogokan. Hak-hak 1300 buruh yang di-PHK inilah yang masih diperjuangkan sampai hari ini.[i] BeberapaRead More →

Dua minggu sebelum Mayday aku jatuh sakit yang membuat Aku harus “merayakan” Mayday di rumah. Kecewa dan sedih karena tidak bisa bergabung dengan teman-teman di Jakarta. Namun, biar tampak sibuk dan tak mau ketinggalan cerita, aku mengumpulkan berita seputar Mayday di beberapa daerah dengan bantuan mbah google. Hasilnya lumayan. Macam-macam bentuk ‘perayaan’ dilakukan. Tentu saja dengan ‘dongeng’ mayday-nya masing-masing. Tulisan ini mencoba merangkum ragam kegiatan mayday di berbagai daerah dengan cara dikelompokkan berdasarkan tema. Kegiatan yang dicatat di sini termasuk kegiatan sebelum 1 Mei, tetapi berhubungan dengan mayday. Untuk kegiatan mayday di Jakarta dalam beberapa bentuk, akan saya rangkum dalam bagian tersendiri. Rangkuman ini ditujukanRead More →

Introduction This writing will discuss buruh borongan system in a factory located in BIIE (Bekasi International Industrial Estate) in Bekasi District, West Java, the working condition caused by this system and how workers resisted it. Buruh borongan in this factory is a peculiar implementation of piece-rate system that has put workers in precarious situation for long time. The questions to be addressed are what is buruh borongan? And how is it implemented? How is the working condition and the labor resistance? In so doing, in the first section of this paper, I will discuss piece-rate system as capital strategy to increase surplus value. In theRead More →

Dina Septi Utami Beraktivitas di Lembaga Informasi Perburuhan Sedane (LIPS) Pendahuluan Tulisan ini akan merefleksikan hasil belajar tentang buruh borongan sebagai sebuah sistem yang diterapkan di pabrik di BIIE (Bekasi International Industrial Estate) di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat; kondisi kerja yang diakibatkan oleh sistem tersebut dan perlawanan buruh terhadap sistem tersebut. Sistem buruh borongan yang diterapkan di pabrik ini adalah sebuah implementasi piece-rate system yang khusus dan cukup aneh yang menempatkan buruh dalam situasi yang sangat mengenaskan. Pertanyaan yang akan dijawab dalam tulisan ini adalah apa itu sistem buruh borongan? Dan bagaimana ia diterapkan? Bagaimana kondisi kerja yang diakibatkannya dan bagaimana buruh melawannya? Tulisan iniRead More →