MAJALAH SEDANE

Memuat halaman...

Sedane

Majalah Perburuhan

MWPRI: Pekerja Rumahan Harus Membangun Serikat Buruh Sendiri

Sekretaris Jenderal MWPRI Cecilia Susiloretno. Foto: Dok. LIPS, Juni 2016.


Sekretaris Jenderal MWPRI Cecilia Susiloretno. Foto: Dok. LIPS, Juni 2016.
Sekretaris Jenderal MWPRI Cecilia Susiloretno. Foto: Dok. LIPS, Juni 2016.

Majalah Sedane berbincang-bincang dengan salah satu organisator pekerja rumahan, Cecilia Susiloretno dari MWPRI (Mitra Wanita Pekerja Rumahan Indonesia). MWPRI atau disebut pula Homenet Indonesia, merupakan jaringan kerja tingkat nasional yang berlokasi di Jawa Timur.

Dalam Konferensi Perburuhan Internasional ke-105, yang berlangsung dari 28 Mei hingga 10 Juni 2016 di Jenewa, bersama SEWA (Self Employment Women Assosiation) India dan WIEGO (Women Informasi Economy: Globalizing and Organizing), MWPRI mengkampanyekan mengenai pentingnya ILO negara mengakui keberadaan pekerja rumahan, agar pekerja rumahan mendapatkan hak-haknya sebagai pekerja.

Apa yang dimaksud pekerja rumahan?

Sebenarnya, di Indonesia belum ada kesepakatan baik dari kalangan pengusaha maupun pemerintah mengenai definisi pekerja rumahan. Kami merujuk pengertian pekerja rumahan pada Konvensi ILO 177 Tahun 1996 tentang Kerja Rumahan. Pekerja rumahan adalah orang yang menerima pekerjaan berupa barang atau jasa dari perusahaan atau perantara yang dilakukan di rumah atau tempat lain yang dipilihnya. Pekerja rumahan tidak bekerja di tempat milik pemberi kerja. Pekerja rumahan bukan pekerja mandiri atau self employment