Reading Time: 9 minutes Alghiffari Aqsa Dunia sedang menghadapi Revolusi Industri 4.0 dengan berbagai optimisme dan kegamangannya. Tidak mau tertinggal, Indonesia juga mengikuti jejak serupa. Berbagai kebijakan dan program politik diciptakan untuk menyongsong Revolusi Industri 4.0. Muncul pendapat kritis dari berbagai serikat buruh bahwa Revolusi Industri 4.0 justru akan mengancam buruh di Indonesia. Kemudian muncul pertanyaan sesiap apa Indonesia menghadapi Revolusi 4.0. Istilah Revolusi Industri 4.0 muncul pertama kali dalam World Economic Forum untuk menandakan bahwa dunia telah memasuki fase baru dalam industri, menggantikan Revolusi Industri Ketiga. Dalam sejarahnya Revolusi Industri Pertama dimulai dengan adanya penemuan mesin uap dan mesin manufaktur pada abad 18. Kemudian Revolusi Industri Kedua ditandaiRead More →

Reading Time: 3 minutes Nama saya Mince Tresia atau biasa dipanggil Tere. Bekerja selama 8 tahun di salah satu perusahaan garmen di Kawasan Batik, daerah Setu, Bekasi. Saya bekerja di bagian packing. Baru beberapa bulan ini saya dirumahkan karena saya dihabiskan kontrak kerja perusahaan tersebut. Itu pun tidak tahu kalau saya dihabiskan kontrak kerja, juga karena belum jatuh tanggalnya kontrak kerja saya habis. Saya dipanggil ke kantor disuruh tanda tangan. Itu pun orang kantor tidak bilang kalau saya habis kontrak kerja. Setelah saya tanda tangan baru orang kantor bilang, “Teh Tere dirumahkan dulu, tapi kalau perusahaan membutuhkan lagi, dipanggil”. Saya pun kaget. Tidak bisa bicara apa-apa. Selama saya bekerja,Read More →

Reading Time: 8 minutes Sylvia Tiwon Peran serikat buruh mengalami berbagai perubahan dalam gejolak politik ekonomi, tidak hanya di Indonesia, tetapi di hampir seluruh dunia. Berbagai data dan studi menunjukan kecenderungan menurun dalam tingkat keanggotaan dan densitas1 serikat buruh (OECD.Stat, 2018; Matthews, 2017; The Economist, 2015), termasuk di bagian dunia industrial di mana serikat buruh konvensional masih memegang peran utama. Namun, peran tersebut menunjukan penurunan tajam, terutama sejak sikap antiserikat buruh di Inggris dan Amerika Serikat menjadi bagian dari kebijakan pemerintah, ditopang oleh pilar kembar privatisasi dan deregulasi yang merebak dalam dasawarsa 1980-an dan membawa berbagai dampak ekonomi, budaya, sosial, dan politik yang berlangsung hingga sekarang.2 Pada abad ke-21,Read More →

Reading Time: 7 minutes Subono “Dulu kami korban ketidaktahuan dan pembodohan. Sekarang kami adalah pejuang untuk menciptakan kondisi kerja layak sehat dan aman bagi kesehatan.” Begitulah kesimpulan saya sekarang. Saya akan menulis pengalaman perjuangan melawan penyakit akibat kerja. Per 1998. Berawal saya sebagai buruh harian pembangunan proyek konstruksi fabrikasi (pembangunan gedung dari besi baja bukan bagian civil) di Karawang. Aku bekerja tanpa ada jaminan kesehatan, keselamatan dengan upah per hari waktu itu Rp 7500. Satu tahun bekerja sampai proyek pembangunan gedung selesai. Pada 1999 masih di perusahaan yang sama ada tawaran bekerja masih sebagai pekerja harian. Tetapi sebutannya sedikit berbeda yaitu pekerja harian kantor. Seperti itu bahasanya biasanya orangRead More →