MAJALAH SEDANE

Memuat halaman...

Sedane

Majalah Perburuhan

Ketika Presiden Korsel Memerintahkan Menghukum Pengusaha Korea yang Kabur

Foto: https://www.washingtontimes.com/multimedia/image/ap_south_korea_koreas_diplomacy_57560jpg/


Presiden Korea Selatan (Korsel) Moon Jae-in melalui Wakil Juru Bicaranya, Ko Min-jung, meminta diadakan penyelidikan khusus terhadap pengusaha asal Korea Selatan di Indonesia yang kabur dan tidak membayar upah buruhnya. Moon pun meminta agar dilakukan kerjasama dengan Pemerintah Indonesia di bawah perjanjian ekstradisi untuk menindak para pengusaha Korsel yang melanggar hak perburuhan. Tidak hanya itu, Moon pun menginstruksikan agar dilakukan penyelidikan terhadap seluruh perusahaan Korsel di Indonesia agar kejadian yang sama tidak terulang. Demikian dikabarkan The Korea Timesdan The Korea Herald(10 Maret 2019).

Instruksi Presiden Korea Selatan selang dua hari setelah media daring berbahasa Korea Hankookilbo dan SBS News memberitakan tentang perusahaan garmen bermodal Korsel ditinggal kabur oleh pemiliknya, Jae Chul Kim. Selain tidak membayar kompensasi, upah selama tiga bulan pun tidak dibayarkan. Masing-masing diberitakan pada 7 dan 8 Maret 2019.

Di surat kabar Korea dikatakan bahwa orang yang memberikan informasi tentang penutupan pabrik asal Korea Selatan adalah Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri, pada 29 Januari 2019. Hanif mengirimkan video pendek tentang buruh SKB (Selaras Kausa Busana) yang ditinggal kabur pengusaha kepada Ketua Kamar Dagang dan Industri Korea Selatan (Kocham) Indonesia, Song Chang-geun. Dengan bekal video tersebut, Kocham mengadakan pertemuan dengan Duta Besar Korea Selatan untuk menyelesaikan masalah tersebut, pada 9 Februari.