MAJALAH SEDANE

Memuat halaman...

Sedane

Majalah Perburuhan

Dari Perampokan Uang Buruh hingga Perampasan Lahan Petani


Cerita di balik terbitnya aturan baru tentang JHT

Buruh menolak aturan JHT di Kemnaker, 16 Februari 2022. Dokumentasi LIPS, 2022.

Per 2 Febuari 2022, Menteri Tenaga Kerja Ida Fauziah mengeluarkan aturan baru terkait tata cara dan persyaratan pembayaran Jaminan Hari Tua (JHT). Yang paling menonjol dari aturan tersebut adalah JHT bisa dicairkan hanya dalam tiga kondisi. Ketika buruh mencapai usia 56 tahun atau memasuki masa usia pensiun, mengalami cacat permanen dan meninggal dunia.

Keluarnya Permen tersebut mendapat kritikan keras dari banyak kalangan. Beberapa pimpinan serikat buruh membuat pernyataan sikap menolak Permenaker Nomor 2 Tahun 2022 tersebut. Konsolidasi aksi penolakan pun mulai digalang. Dari membuat petisi, poster dan video penolakan, hingga merencanakan aksi protes jalanan.

Di media sosial, kolom komentar akun Instagram Kemenaker ditutup setelah dihujani berbagai kritik oleh para netizen.

Pertanyaan mendasar dari kritik tehadap aturan JHT adalah mengapa usia pensiun buruh diperpanjang menjadi 56 tahun? akibatnya buruh baru bisa mengakses uangnya sendiri ketika sudah tua. Kedua, bagaimana uang tabungan JHT yang diendapkan oleh BPJS ini disimpan dan dikelola?

JKP yang Tak Menjamin Apapun

Setidaknya ada dua argumen yang dipakai pemerintah ketika mengeluarkan aturan baru terkait JHT pertama: aturan ini merupakan turunan dari UU SJSN yang lahir pada tahun 2004. Gagasan awalnya dirancang agar di hari tua buruh memiliki tabungan.